Pemerintah Kembali Lelang Surat Utang Negara, Incar Dana Rp32 Triliun
JAKARTA. iNews.id - Kementerian Keuangan dijadwalkan menyelenggarakan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (7/7/2026). Melalui penerbitan surat utang ini, pemerintah menargetkan indikatif senilai Rp32 triliun.
Dalam lelang ini, pemerintah menawarkan sembilan seri obligasi negara berdenominasi rupiah dengan kisaran tingkat kupon mulai dari 5,87500 persen hingga 7,12500 persen, serta nilai nominal per unit sebesar Rp1 juta.
Sebagai perbandingan, pada gelaran lelang sebelumnya yang berlangsung pada 23 Juni 2026, total penawaran masuk dari investor menyentuh angka Rp46,5 triliun, di mana pemerintah akhirnya memutuskan untuk menyerap senilai Rp30 triliun.
Berdasarkan rilis data resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pelaksanaan lelang SUN bermata uang rupiah ini ditujukan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Adapun kesembilan seri SUN yang ditawarkan dalam lelang tersebut meliputi seri SPN01260808 (penerbitan baru/New Issuance), SPN12261008 (penjualan kembali/Reopening), SPN12270708 (penerbitan baru/New Issuance), FR0109 (penjualan kembali/Reopening), FR0108 (penjualan kembali/Reopening), FR0106 (penjualan kembali/Reopening), FR0107 (penjualan kembali/Reopening), FR0102 (penjualan kembali/Reopening), serta FR0105 (penjualan kembali/Reopening).
Tingkat kupon atau imbal hasil terendah ditawarkan oleh seri FR0109, yaitu sebesar 5,87500 persen, yang dijadwalkan jatuh tempo pada 15 Maret 2031. Sementara itu, tingkat imbal hasil tertinggi sebesar 7,12500 persen dipegang oleh seri FR0106 dan FR0107, dengan masa jatuh tempo masing-masing pada 15 Agustus 2040 dan 15 Agustus 2045.
Meskipun target penggalangan dana dari lelang tengah pekan ini dipatok senilai Rp32 triliun, pemerintah tetap memegang wewenang penuh untuk menyesuaikan volume penjualan kesembilan seri SUN tersebut, baik melebihi maupun kurang dari nilai indikatif awal.
Terkait pelaksanaan lelang pada 23 Juni lalu, minat pemodal tercatat sedikit melandai ke level Rp46,5 triliun dari pencapaian lelang sebelumnya yang sebesar Rp46,6 triliun.
Meskipun saat itu target awal yang ditentukan mencapai Rp36 triliun, pemerintah akhirnya memutuskan hanya menyerap pemenangan senilai Rp30 triliun.










