Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan PVMBG
JAKARTA, iNews.id - Viral video di media sosial yang memperlihatkan letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, disertai semburan api merah besar pada malam hari. Video berdurasi sekitar 10 detik itu juga memperlihatkan pemandangan dari atas kapal dengan sejumlah penumpang tampak mengarahkan ponsel ke langit malam.
Bahkan, video tersebut disertai narasi: “Izin, dapet video dari teman yang adiknya kerja di kapal Gunung Anak Krakatau jam 20.49 WIB”.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan video tersebut hoaks. Bahkan, PVMBG mengungkapkan bentuk gunung di video tak mirip dengan Gunung Anak Krakatau.
PVMBG menjelaskan, video letusan Gunung Anak Krakatau tersebut merupakan hasil dari penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“Jika diperhatikan, bentuk gunung bukanlah bentuk gunung Anak Krakatau, dalam layar HP di atas kapal pun tidak terlihat merekam adanya letusan, sehingga besar kemungkinan video ini adalah penyalahgunaan AI,” kata PVMBG dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
PVMBG mengingatkan perkembangan teknologi AI seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif dan bermanfaat bagi masyarakat, bukan digunakan untuk menyebarkan informasi yang dapat meresahkan publik.
Sementara itu, Badan Geologi telah menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) per Kamis, 2 Juli 2026. Kenaikan status dimulai setelah terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 200 m di atas puncak (+357 m di atas permukaan laut).
Dengan adanya kenaikan status menjadi Siaga, masyarakat, wisatawan maupun pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya berupa awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu apabila terjadi peningkatan aktivitas erupsi.










