Stres Bisa Ganggu Produksi ASI, Ini Penjelasan Konselor Laktasi

Stres Bisa Ganggu Produksi ASI, Ini Penjelasan Konselor Laktasi

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 3 Juli 2026 - 14:14
share

JAKARTA, iNews.id – Kondisi psikologis ibu ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kelancaran proses menyusui. Saat ibu mengalami stres, cemas, atau merasa tidak nyaman, produksi maupun pengeluaran ASI dapat terganggu.

Konselor menyusui Desyntia Inten Dwi Lestari menjelaskan bahwa proses menyusui dipengaruhi oleh dua hormon utama, yaitu prolaktin yang berfungsi memproduksi ASI dan oksitosin yang membantu mengeluarkan ASI.

Menurut dia, hormon oksitosin sangat dipengaruhi kondisi emosional ibu.

"Hormon oksitosin sangat dipengaruhi kondisi psikologis ibu. Saat ibu merasa rileks, nyaman, dan bahagia, produksi serta pengeluaran ASI cenderung lebih optimal," ujar Desyntia dalam acara di Jakarta Convention Center (JCC), belum lama ini.

Sebaliknya, ketika ibu mengalami tekanan, kelelahan, atau stres, refleks pengeluaran ASI dapat terhambat. Akibatnya, ASI yang sebenarnya diproduksi tubuh tidak keluar secara optimal.

Desyntia mengatakan, "Kondisi tersebut sering kali membuat ibu merasa produksi ASI berkurang, padahal penyebab utamanya adalah terganggunya proses pengeluaran ASI akibat faktor psikologis."

Karena itu, menjaga kenyamanan ibu menjadi salah satu faktor penting selama masa menyusui. Dukungan dari pasangan dan keluarga juga berperan besar dalam membantu ibu merasa lebih tenang, sehingga proses menyusui dapat berjalan lebih lancar.

Selain faktor psikologis, ibu juga perlu memahami teknik menyusui dan memompa ASI yang benar agar tidak mengalami masalah seperti puting lecet, payudara bengkak, hingga sumbatan ASI.

Desyntia mengungkapkan, sekitar 98 persen ibu menyusui pernah mengalami puting lecet atau pembengkakan payudara selama masa laktasi. Menurutnya, sebagian besar kondisi tersebut sebenarnya dapat diminimalkan melalui edukasi yang tepat dan kebiasaan menyusui yang benar.

Di tengah semakin banyaknya perempuan yang tetap aktif bekerja setelah melahirkan, menjaga kesehatan mental ibu dinilai sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Sebab, ibu yang merasa nyaman, rileks, dan didukung lingkungan sekitar cenderung dapat menjalani proses menyusui dengan lebih optimal.

Topik Menarik