Indonesia Cetak Sejarah Berkuda Asia, AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 Berakhir Gemilang

Indonesia Cetak Sejarah Berkuda Asia, AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 Berakhir Gemilang

Olahraga | inews | Senin, 29 Juni 2026 - 18:49
share

JAKARTA, iNews.id – AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 FEI CSI1 International Jumping Competition dan Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 resmi tuntas dengan capaian monumental di Equinara Horse Sports, Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Minggu, 28 Juni 2026. Indonesia tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mengukir prestasi di arena.

Untuk pertama kalinya, Indonesia dipercaya menggelar CSI1 Borrowed Horse Competition di bawah naungan Asian Equestrian Federation dan Fédération Equestre Internationale. Kejuaraan ini diikuti 13 negara dan tercatat sebagai borrowed horse competition terbesar yang pernah digelar di Asia.

Skala dan kompleksitas penyelenggaraan menempatkan Jakarta pada peta utama kalender berkuda internasional. Standar FEI yang ketat diterapkan, mulai penyediaan kuda, akomodasi, transportasi, hingga keselamatan atlet dan ofisial sepanjang kompetisi.

Prestasi Tuan Rumah dan Apresiasi Asia

Di arena, Indonesia tampil kompetitif. Pada hari terakhir, rider Indonesia Brandon Toa merebut medali emas setelah unggul di babak jump-off. Aisha Maydina Hakim menambah kebanggaan Merah Putih dengan medali perunggu, menegaskan daya saing atlet nasional di level internasional.

Ketua Pelaksana AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 sekaligus Presiden Equinara Horse Sports, Adinda Yuanita, bersyukur seluruh rangkaian berjalan lancar.

“Alhamdulillah AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 berhasil diselenggarakan dengan sukses. Ini merupakan sesuatu yang sangat baru bagi Indonesia karena belum pernah kita laksanakan sebelumnya,” ujar Adinda.

Dia menegaskan tantangan menjadi tuan rumah kejuaraan FEI tidak ringan. Seluruh kebutuhan teknis dan nonteknis harus memenuhi standar internasional agar kompetisi berjalan aman dan adil.

“Ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia. Kami mendapat apresiasi dari Asian Equestrian Federation karena penyelenggaraan CSI1 Borrowed Horse di Jakarta menjadi yang terbesar dalam sejarah AEF,” katanya.

Adinda menilai hasil para rider Indonesia memberi modal kuat menuju Asian Games 2026.

“Terlihat atlet-atlet Indonesia mampu bersaing dengan 12 negara lainnya. Ini tentu menjadi motivasi besar bagi pembinaan atlet ke depan,” ujarnya.

Dampak penyelenggaraan juga terasa di luar arena. Ajang ini mendorong sport tourism dan industri kreatif, seiring banyak atlet serta ofisial memperpanjang kunjungan untuk menikmati destinasi lokal.

“Tidak hanya sport tourism tapi industri kreatif juga berkembang karena kemarin kita juga mengenalkan kepada peserta dari 12 negara luar mulai dari kuliner hingga kebudayaan Indonesia yang menjadi sesuatu multiplier effect dari penyelenggaraan pertandingan internasional seperti ini,” ucap Adinda.

Melihat sukses tahun ini, Adinda membuka peluang keberlanjutan.

“Mungkin kita akan melaksanakan di 2027 dan 2028 kembali karena kita memang memerlukan pengalaman kita tidak bisa bertanding hanya di antara kita saja,” kata Adinda.

“Dan sebagai tuan rumah itu adalah sesuatu yang penting, kita memiliki pengalaman dan juga reputasi dan nama baik Indonesia di sini diperlihatkan juga kepada negara-negara lain,” pungkasnya.

Daftar Juara

CS-11 Competition No.2 AEF / Mantena Cup 2026 CSI1 Borrowed Horse Competition 115 cm with Jump-Off*

Brandon Toa (Indonesia)
Akkara Konglapamnuay (Thailand)
Aisha Maydina Hakim (Indonesia)
Xiao Chun Yuen Ammy (Hongkong, China)
Arvin Moradibidhendi (Iran)
Ramdani Tri Haryanto (Indonesia)

CS-12 INTime FEI CSIU25-A Jumping Competition 125 cm with Jump-Off

Maritza Aliyah Wardana (Indonesia)
Teuku Muhammad Nur Fahri (Indonesia)
Lalu Yuda Pratama Riady Alwi (Indonesia)
Rasendriya Hiranya Rajasa (Indonesia)
Teuku Rifat Renanda Harsya (Indonesia)
Nathanael Gabriel Stevano Menayang (Indonesia)
Xaviour Rayvie Robot (Indonesia)

Topik Menarik