Korea Selatan Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Dapat Ancaman Pembunuhan
SEOUL, iNews.id – Timnas Korea Selatan tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah gagal menembus babak 32 besar karena kalah selisih gol. Kegagalan itu memicu kemarahan besar di negaranya, bahkan menyeret pelatih Hong Myung-bo ke situasi serius setelah dia menjadi sasaran ancaman pembunuhan secara online.
Perjalanan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 sempat terlihat menjanjikan. Taegeuk Warriors membuka turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko. Hasil itu membuat publik menaruh harapan besar tim nasional mereka bisa melangkah jauh.
Namun, situasi berubah drastis setelah dua kekalahan beruntun. Korea Selatan takluk dari tuan rumah bersama, Meksiko, lalu kembali kalah 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A. Hasil tersebut membuat mereka harus pulang lebih cepat.
Angela Tanoesoedibjo: Okezone National Championship Panggung Talenta Muda Futsal Indonesia!
Kekalahan dari Afrika Selatan menjadi titik paling menyakitkan. Korea Selatan sebenarnya banyak dijagokan memenangi laga itu demi mengamankan tiket ke fase gugur. Namun, hasil akhir justru membuat mereka tersingkir dan gagal melanjutkan perjalanan di turnamen.
Hong Myung-bo Jadi Sasaran Ancaman
Kemarahan publik Korea Selatan semakin melebar setelah tersiar kabar ancaman serius terhadap Hong Myung-bo. Polisi Korea Selatan kini membuka penyelidikan setelah muncul unggahan online berisi ancaman kekerasan terhadap sang pelatih.
Ancaman itu ditujukan kepada Hong yang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik Korea sepanjang masa. Unggahan tersebut dibuat oleh seseorang yang disebut sebagai warga negara Amerika Serikat berusia 41 tahun. Dia mengancam akan membunuh Hong di Bandara Internasional Incheon saat sang pelatih kembali ke Korea Selatan.
Otoritas setempat kini mempertimbangkan dakwaan intimidasi. Polisi juga berupaya melacak identitas pelaku di balik unggahan tersebut. Langkah itu diambil karena kemarahan publik atas tersingkirnya Korea Selatan terus menguat.
Ancaman tersebut menjadi eskalasi serius dari frustrasi suporter. Sebelumnya, beredar pula gambar hasil editan yang seolah-olah menunjukkan Hong memerintahkan para pemain berpencar saat tiba di bandara.
Okezone National Championship Resmi Digelar, Ajang Futsal SMA Siap Lahirkan Bintang Baru Indonesia
Tidak hanya itu, sejumlah pemberitahuan bertuliskan larangan untuk Hong Myung-bo juga dilaporkan muncul di restoran dan kafe di Provinsi Gyeonggi. Situasi tersebut menunjukkan tekanan kepada Hong tidak lagi hanya terjadi di media sosial.
Polisi memastikan mereka memantau Bandara Incheon dan sejumlah lokasi lain yang berpotensi menjadi titik kedatangan Hong. Pengamanan dilakukan untuk memastikan keselamatan sang pelatih saat pulang ke Korea Selatan.
Masa Depan Hong Myung-bo Disorot
Kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 kembali memunculkan perdebatan soal penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih kepala pada 2024. Saat itu, keputusan tersebut menuai kritik karena proses seleksi Asosiasi Sepak Bola Korea dinilai kurang transparan.
Tekanan terhadap Hong sebenarnya sudah muncul sebelum ancaman online tersebut mencuat. Sebuah petisi yang menuntut pemecatan dia secara langsung sudah mengumpulkan dukungan cukup untuk memicu peninjauan awal oleh Majelis Nasional.
Presiden Korea Selatan bahkan ikut terlibat dalam sorotan terhadap situasi tersebut. Namun, Hong kemudian mengundurkan diri dari jabatannya setelah gelombang kritik terus menguat.
Meski begitu, ancaman langsung terhadap keselamatannya membuat perhatian publik bergeser dari persoalan administratif ke isu keamanan. Otoritas kini fokus melindungi Hong dan memastikan pihak yang mengeluarkan ancaman mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Korea Selatan pulang dari Piala Dunia 2026 dengan luka besar. Kekalahan di lapangan memicu kekecewaan, tetapi ancaman terhadap Hong Myung-bo membuat situasi berubah menjadi persoalan serius yang jauh melampaui sepak bola.










