El Nino Belum Ganggu Produksi Pangan, Bapanas: Stok Beras Masih Aman
JAKARTA, iNews.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan fenomena El Nino belum berdampak signifikan terhadap produktivitas pangan nasional. Selain itu, stok beras dalam kondisi aman berkat penguatan cadangan pangan dan tingginya produksi pada semester I 2026.
Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas, Sarwo Edhy mengatakan, progres pertanaman pangan masih tumbuh baik. Menurutnya, kesiapan stok pangan Indonesia juga berada di status yang cukup kuat.
Selain itu, pemerintah telah memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), terutama stok beras. Termasuk pula stok Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang dikelola masing-masing pemerintah daerah.
"Terkait dengan cuaca selama ini masih cukup normal, sehingga belum berpengaruh terhadap pertanaman. Jadi peningkatan produksi tetap dapat tercapai. Kita selalu koordinasi dengan BMKG kaitan dengan perubahan cuaca dan kita juga sudah sosialisasi ke para petani untuk melakukan pola tanam sesuai dengan anjuran dari pemerintah," kata Sarwo dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).
Sarwo menambahkan, pemerintah telah melakukan langkah antisipatif sejak dini untuk menghadapi potensi dampak El Nino, terutama di wilayah-wilayah yang diperkirakan mengalami defisit produksi.
Dia menjelaskan, pemerintah telah memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di tingkat pusat maupun Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang dikelola oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
"Memang ada prediksi El Nino dan musim kering, sehingga kita sudah antisipasi daerah-daerah yang defisit itu untuk persiapan, baik dari produksi maupun stok. Pemerintah mempunyai CPP dan CPPD, yang dikelola di pemerintah pusat dan di 38 provinsi dan 514 kabupaten kota," tuturnya.
Adapun, berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan yang diolah Bapanas hingga Juni 2026, menunjukkan total produksi beras selama setengah tahun ini dapat mencapai 19,2 juta ton. Angka ini masih melebihi total kebutuhan konsumsi beras nasional Januari-Juni yang diperkirakan berada di angka 15,4 juta ton.
Proyeksi surplus produksi terhadap konsumsi beras sebanyak 3,7 juta ton tersebut pun sebagian besar telah dikonversi menjadi stok CBP melalui serapan Bulog. Dari awal tahun sampai 26 Juni, Bulog telah melaksanakan penyerapan setara beras sebanyak 3,2 juta ton.
Selanjutnya, realisasi penyaluran CBP ke masyarakat pun sampai 26 Juni telah menyentuh angka total 1,07 juta ton melalui berbagai program. Sementara total stok beras pemerintah yang disimpan Bulog masih ada di angka yang cukup besar, yakni 5,17 juta ton.
Sementara, Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman optimistis stok beras Indonesia mencukupi sampai Mei tahun depan. Indonesia sudah bersiap jauh-jauh hari untuk menghadapi El Nino di tahun ini.
"Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita (El Nino) tahun 2023. Alhamdulillah kita lolos. Stok beras kita tertinggi sepanjang sejarah. InsyaAllah aman, katakanlah sampai Desember. (Bahkan) beras kita sudah sampai Mei pun cukup. Jadi tidak masalah," ucap Amran.










