Kronologi Dugaan Intimidasi Oknum DPR terhadap Dokter Icha sebelum Meninggal

Kronologi Dugaan Intimidasi Oknum DPR terhadap Dokter Icha sebelum Meninggal

Nasional | inews | Minggu, 28 Juni 2026 - 14:41
share

TIMOR TENGAH UTARA, iNews.id - Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026). Dia sempat menjalani perawatan di Kota Kupang.

Sebelum meninggal, dokter muda tersebut diduga mengalami tekanan psikologis setelah menjadi korban intimidasi saat menangani seorang pasien korban gigitan ular di ruang IGD.

Informasi dirangkum iNews, kronologi peristiwa memilukan ini bermula saat dr Icha menerima pasien berusia 19 tahun yang dirujuk dari RSUD Kefamenanu ke RS Leona untuk mendapatkan penanganan lanjutan akibat gigitan ular, Sabtu (13/6/2026).

Pasien diketahui merupakan keluarga salah satu anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara.

Saat menangani pasien, dr Icha memeriksa dan berkonsultasi dengan dokter spesialis sesuai standar operasional prosedur (SOP). Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien belum direkomendasikan menerima serum anti-bisa ular tertentu dan RS Leona juga tidak memiliki stok anti venom yang diminta keluarga.

Penjelasan medis tersebut diduga tidak diterima oleh keluarga pasien. Salah seorang anggota keluarga kemudian berbicara dengan nada tinggi dan mengaku sebagai anggota DPRD TTU.

Tidak lama kemudian, seorang pria lain juga masuk ke ruang IGD dan menyampaikan protes dengan nada keras. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria tersebut mengaku sebagai anggota DPRD Komisi III berinisial RT.

Selain itu, diduga terdapat pula anggota DPRD berinisial TL dan seorang warga berinisial VL yang berada di lokasi saat kejadian.

Di tengah situasi tersebut, dr Icha tetap berupaya menjelaskan kondisi pasien serta alasan medis atas tindakan yang diambil sesuai prosedur. Namun, penjelasan tersebut tidak diterima sehingga dr. Icha merasa tertekan dan menangis.

Pasien kemudian menjalani perawatan di RS Leona hingga Senin (16/6/2026) sebelum dipulangkan atas permintaan keluarga. Informasi yang dihimpun menyebutkan kondisi pasien kini telah sehat.

Sementara itu, sejumlah rekan kerja dan keluarga menyebut setelah peristiwa tersebut, dr Icha mengalami tekanan psikis, depresi dan kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026).

Sebelumnya, informasi meninggalnya tenaga medis Rumah Sakit Leona itu disampaikan oleh paman almarhumah, Viktor Manbait, melalui pesan singkat yang diterima sejumlah awak media.

Dalam pesannya, Viktor menyampaikan dia menerima informasi mengenai wafatnya Dokter Icha dari Gabriel Pakaenoni yang berada di Kupang.

"Selamat malam rekan-rekan media. Jam 18.30 sore ini saya mendapat kabar dari Bapak Gabriel Pakaenoni dari Kupang, kalau dokter Icha telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga," tulis Viktor dikutip dari iNews TTU, Minggu (28/6/2026).

Viktor juga menyampaikan bahwa penyebab pasti meninggalnya Dokter Icha masih menunggu penanganan serta penjelasan medis lebih lanjut.

"Sebab meninggalnya Dokter Icha akan disampaikan setelah penanganan medis dilakukan. Terima kasih atas atensi dan dukungan teman-teman semua dalam bersama menjaga dan melindungi para medis di rumah sakit dalam menjalankan tugas dan pesan kemanusiaannya," katanya.

Topik Menarik