Dipimpin Pangkogabwilhan III, 10 Eks OPM Ikrar Setia ke NKRI
JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 10 orang mantan anggota TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka memutuskan kembali ke Ibu Pertiwi.
Proses ikrar tersebut dipimpin langsung Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto di Lapangan Kodam XVIII/Kasuari, Papua Barat pada Kamis (25/6/2026) lalu. Kegiatan itu turut dihadiri keluarga peserta, tokoh adat, tokoh agama, unsur pemerintah distrik, serta masyarakat setempat.
Dalam prosesi tersebut, para peserta menyampaikan ikrar kesetiaan kepada NKRI sekaligus menyerahkan atribut OPM yang selama ini digunakan. Sejumlah peserta juga mengaku meninggalkan kelompok bersenjata karena tidak lagi sejalan dengan tindakan yang terjadi di dalam kelompok tersebut.
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan pendekatan aparat keamanan di Papua tidak hanya menitikberatkan pada aspek keamanan, tetapi juga pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.
Menurut dia, berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan fasilitas umum menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
"Dari tanah bersejarah Manokwari, tempat awal masuknya peradaban di Tanah Papua, kita teguhkan komitmen untuk menjaga kedamaian, merawat persatuan, dan mewariskan harapan bagi generasi Papua di masa depan," ujar Lucky dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2026).
Dia menambahkan stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua. Karena itu, pemerintah bersama aparat keamanan akan terus berupaya menciptakan kondisi yang aman dan kondusif bagi masyarakat.
Menurut Lucky, langkah yang diambil para mantan anggota kelompok tersebut merupakan awal untuk membangun masa depan yang lebih baik.
"Ini bukan sekadar sebuah ucapan, melainkan langkah berani untuk membuka lembaran baru demi masa depan Papua yang lebih damai, maju, dan sejahtera," ujar Lucky.
Dia menilai semangat persatuan harus terus dijaga demi menciptakan kondisi yang lebih baik di Papua. Menurutnya, upaya tersebut memerlukan dukungan bersama dari seluruh elemen masyarakat agar situasi yang aman dan kondusif dapat terus terjaga.
"Hari ini kita membuktikan bahwa persaudaraan, cinta tanah air, dan harapan akan masa depan yang lebih baik selalu lebih kuat daripada perpecahan dan permusuhan," ujar Lucky.
Kegiatan ikrar setia tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong rekonsiliasi dan memperkuat integrasi sosial di Papua, sekaligus membuka ruang bagi anggota kelompok bersenjata yang ingin kembali ke masyarakat dan terlibat dalam pembangunan daerah.








