Komplikasi Diabetes Tak Cuma Gula Darah, Luka Kronis Jadi Ancaman Serius
JAKARTA, iNews.id – Diabetes tidak hanya menyebabkan kadar gula darah meningkat. Penyakit kronis ini juga dapat memicu berbagai komplikasi serius, salah satunya luka kronis yang sulit sembuh dan berisiko menimbulkan infeksi hingga amputasi apabila tidak ditangani secara tepat.
Ancaman tersebut perlu menjadi perhatian, karena jumlah penyandang diabetes di Indonesia terus meningkat. Pasien diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami luka kronis akibat gangguan sirkulasi darah dan kerusakan saraf yang menghambat proses penyembuhan.
Hospital Director Mayapada Hospital Bandung dr Irwan S Hermawan, mengatakan keberhasilan penanganan luka kronis tidak hanya dilihat dari tertutupnya luka, tetapi juga dari kemampuan pasien mempertahankan fungsi organ dan kembali beraktivitas normal.
"Keberhasilan penanganan luka kronis tidak hanya diukur dari kesembuhan dan tertutupnya luka, tetapi juga pada upaya mempertahankan fungsi organ dan mencegah komplikasi, agar pasien dapat kembali beraktivitas dengan nyaman dan optimal," ujar dr Irwan dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Menurut dia, penanganan luka kronis memerlukan pendekatan yang komprehensif melalui kolaborasi berbagai disiplin ilmu kesehatan, dan itu juga yang dilakuka di Wound Care Center. Tujuannya bukan hanya mempercepat penyembuhan, tetapi juga mencegah komplikasi yang dapat memperburuk kondisi pasien.
Tantangan perawatan luka di Indonesia sendiri masih cukup besar. Studi Universitas Bhakti Kencana menunjukkan sebanyak 60 persen responden pernah mengalami infeksi pada luka yang dirawat. Sementara 75 persen responden mengaku membutuhkan pelatihan teknis mengenai cara perawatan luka yang benar.
Kondisi ini menunjukkan masih perlunya peningkatan edukasi dan akses terhadap layanan perawatan luka yang lebih terstandar, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti pasien diabetes.
Selain luka diabetes, kasus luka kronis juga dapat terjadi pada pasien pascaoperasi, penderita kanker, maupun korban trauma dan kecelakaan. Jika tidak ditangani dengan baik, luka tersebut dapat memengaruhi kualitas hidup pasien dalam jangka panjang.
Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dr Ian Kloer, menilai setiap pasien perlu memperoleh akses terhadap layanan perawatan luka yang modern dan berbasis standar medis yang baik.
"Kami percaya bahwa setiap pasien berhak mendapatkan akses terhadap perawatan luka yang modern, komprehensif, dan berpusat pada pasien serta berbasis standar medis unggulan," kata dr Ian.
"Sebagai perusahaan yang memiliki visi membantu membangun Indonesia yang lebih sehat, kami ingin mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat," tambahnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan kesehatan, termasuk dalam penanganan luka kronis, merupakan bagian dari upaya untuk menekan risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien di Indonesia.










