Menekraf Tegaskan AI Hanya Asisten, Bukan Pengganti Kreator atau Musisi

Menekraf Tegaskan AI Hanya Asisten, Bukan Pengganti Kreator atau Musisi

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 25 Juni 2026 - 15:10
share

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, menyoroti maraknya penggunaan Artificial Intelligence (AI) di industri musik. Ia menegaskan bahwa teknologi tersebut seharusnya tidak menggeser peran para pelaku seni.

Teuku Riefky menyebut bahwa pemerintah saat ini sedang merumuskan regulasi agar AI tetap berada pada fungsinya sebagai pendukung kreativitas.

Baca juga: Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI

"Kita harapkan itu (regulasi) dapat segera dikeluarkan karena ini juga satu sisi AI ini peluang, tapi tantangan juga bagi para kreator di Indonesia," ujar Teuku Riefky saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).

Menurut Teuku Riefky, posisi AI dalam ekosistem kreatif harus diletakkan dengan tepat agar tidak merugikan para musisi dalam jangka panjang."Kami sendiri juga melihat bahwa AI itu treat-nya adalah semestinya sebagai asisten, tapi bukan menggantikan para kreator atau para musisi, seniman di Indonesia," tegasnya.

Baca juga: AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC

Untuk mewujudkan perlindungan tersebut, Kemenparekraf terus menjalin komunikasi intensif dengan kementerian terkait guna menyusun peta jalan teknologi di Tanah Air.

"Saat ini juga kami terus berkolaborasi dengan Kementerian Komdigi. Komdigi juga sedang menyusun roadmap, termasuk juga mengenai aturan atau regulasi dalam etika AI di Indonesia," jelas Teuku Riefky.

Langkah ini diambil demi menjaga orisinalitas dan hak cipta di tengah gempuran teknologi digital yang semakin masif.

"Ini kita harus jaga karena selain juga masalah royalti, juga masalah pembajakan juga menjadi perhatian kita bersama," pungkasnya.

Topik Menarik