Bahaya Nyantap Makan Panas Pakai Sendok Plastik, Ini Risikonya bagi Kesehatan
JAKARTA, iNews.id - Bahaya sendok plastik menjadi sorotan setelah edukator sekaligus praktisi bisnis lingkungan, Bang Sap, mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan menggunakan alat makan plastik saat menyantap makanan panas dan berminyak. Kebiasaan yang dianggap praktis tersebut ternyata berpotensi memicu masuknya zat berbahaya ke dalam tubuh.
Menurut Bang Sap, penggunaan sendok plastik untuk makanan berkuah panas, berminyak, atau saat digunakan mengaduk makanan dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko migrasi senyawa kimia dari plastik ke makanan.
"Makan pakai sendok plastik itu jelas berbahaya. Selama ini kita makan pakai sendok plastik biar tangan bersih kan? Padahal, kalau sendok plastik ketemu makanan panas, berminyak, atau dipakai mengaduk terlalu lama, resikonya nggak main-main, lho," kata Bang Sap, dikutip Kamis (25/6/2026).
Dia menjelaskan, kombinasi suhu tinggi, kandungan minyak, dan lamanya kontak antara plastik dengan makanan menciptakan kondisi yang memungkinkan mikroplastik maupun senyawa kimia tertentu berpindah ke makanan yang dikonsumsi.
Bang Sap mengingatkan tidak semua jenis plastik memiliki fungsi dan tingkat keamanan yang sama. Karena itu, masyarakat perlu lebih cermat saat menggunakan alat makan plastik sekali pakai.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memeriksa kode identifikasi resin yang biasanya terdapat di bagian belakang sendok plastik. Kode tersebut berbentuk segitiga dengan angka tertentu yang menunjukkan jenis material plastik yang digunakan.
"Gampangnya gini, balik sendoknya, cari kode segitiga, pilih angka lima. Nah, itu yang paling aman untuk panas. Hindari kode 6, karena lebih mudah melepas zat karsinogenik saat kena panas," jelas dia.
Selain memperhatikan kode plastik, Bang Sap juga menyarankan konsumen mencari logo "gelas dan garpu" atau keterangan *food grade* sebagai penanda bahwa produk tersebut aman digunakan untuk kontak langsung dengan makanan.
"Kalau tidak ada logonya sama sekali, nah itu yang harus dihindari," katanya.
Peringatan tersebut dinilai relevan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang kerap menyantap makanan panas seperti bakso, mi kuah, soto, hingga aneka hidangan berkuah lainnya menggunakan sendok plastik sekali pakai.
Untuk mengurangi risiko paparan zat berbahaya, Bang Sap menyarankan masyarakat mulai beralih ke alat makan yang lebih aman dan dapat digunakan berulang kali.
"Intinya, jangan pakai sendok plastik tipis buat makan makanan panas atau berminyak. Atau lebih aman lagi, bawa sendok stainless steel sendiri dari rumah," ujarnya.
Selain lebih aman bagi kesehatan, penggunaan alat makan yang dapat dipakai berulang kali juga membantu mengurangi timbunan sampah plastik sekali pakai yang selama ini menjadi masalah lingkungan.
Meski demikian, Bang Sap menilai menjaga kebersihan tangan tetap menjadi langkah paling higienis sebelum makan. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan kepraktisan, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan.
"Jangan karena nggak mau tangan kotor jadinya pakai sendok plastik terus, lihat juga dong dari kesehatan diri dan dampaknya buat lingkungan," katanya.










