Trump Ancam Iran Lagi: Kami Akan Serang Lebih Keras!

Trump Ancam Iran Lagi: Kami Akan Serang Lebih Keras!

Terkini | inews | Senin, 22 Juni 2026 - 03:00
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Setikat (AS) Donald Trump memperbarui ancamannya terhadap Iran. Dia menegaskan akan menyerang Iran kembali jika tak bisa mengendalikan kelompok proksinya di Lebanon, Hizbullah.

Ancaman terbaru Trump tersebut disampaikan di saat perang antara Israel dan Hizbullah terus berkecamuk di Lebanon, bahkan setelah AS mengumumkan gencatan senjata pada Jumat lalu.  Selain itu AS dan Iran juga sedang menggelar negosiasi lanjutan di Swiss.

Trump mendesak Iran segera menghentikan Hizbullah, kelompok proksi yang dibiayai Teheran, di Lebanon dari masalah yang ditimbulkannya.

"Jika mereka tidak melakukannya, kami akan kembali menyerang Iran dengan sangat keras, seperti yang kami lakukan pekan lalu, hanya saja lebih keras lagi," kata Trump, di platform media sosial Truth Social, dikutip Senin (22/6/2026).

Israel semakin kewalahan menghadapi perang darat melawan kelompok Hizbullah di Lebanon Selatan. Pernyataan terbaru Pasukan Pertahanan Israel (IDF), militer Zionis kehilangan sedikitnya empat tentara, termasuk perwira, dalam pertempuran beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat militer Zionis semakin kalap dengan membombardir wilayah Lebanon, menewaskan 32 orang hanya dalam sehari, Sabtu (20/6/2026).

Serangan brutal Israel tersebut direspons Iran dengan kembali menutup Selat Hormuz, Minggu (21/6/2026). Iran menganggap AS dan Israel telah melanggar nota kesepahaman (MoU) perjanjian gencatan senjata yang baru ditandatangani Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu lalu.

Dalam kesempatan terpisah, yakni wawancara dengan stasiun televisi Fox News, Trump berbicara dengan warga Iran seraya memperingatkan, jika Selat Hormuz terus ditutup maka tak akan ada lagi negara Iran.

"Kalian bahkan tidak akan bisa kembali ke negara kalian," ujarnya.

Trump melanjutkan, AS  mungkin akan mengambil alih jalur perairan penting bagi pasokan energi dunia itu jika perlu.

AS, kata Trump, bisa menjadi malaikat pelindung Selat Hormuz seraya merebut 20 persen minyak yang dihasilkannya.

"Jika mereka tidak membuat kesepakatan, kami akan memungut biaya," kata Trump.

Topik Menarik