Gempa Besar M6,7 Guncang Palu Sulteng, BMKG Waspadai Potensi Likuifaksi

Gempa Besar M6,7 Guncang Palu Sulteng, BMKG Waspadai Potensi Likuifaksi

Berita Utama | inews | Selasa, 16 Juni 2026 - 13:44
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus memantau potensi fenomena geologi likuifaksi usai gempa besar Magnitudo (M) 6,7 mengguncang Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (16/6/2026). Diketahui, Palu pernah mengalami fenomena serupa pascagempa M7,5 pada 2018 lalu.

“Tentunya dengan gempa yang saat ini (M)6,7, itu bisa saja kemungkinan terjadi likuifaksi, tapi kan likuifaksi tidak terjadi di semua wilayah ya, hanya wilayah-wilayah tertentu di mana wilayah itu yang daerah yang berpasir, terus ada potensi air naik dan seterusnya, utamanya di situ,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam konferensi pers.

Wijayanto menambahkan, jika terjadi likuifaksi harapannya tidak signifikan seperti yang pernah terjadi pada 2018 lalu. 

“Tapi tentunya kita berharap untuk gempa yang (M)6,7 ini, misalkan itu terjadi likuefaksi, harapannya tidak signifikan seperti yang 7,5 ya. Karena memang antara 6,7 sama 7,5 itu sangat jauh sekali energinya. Jadi harapannya nanti tidak ada,” ucapnya.

Wijayanto kembali memastikan bahwa sampai saat BMKG belum menerima informasi gempa bumi yang menimbulkan likuifaksi maupun longsor. 

“Sampai saat ini kita belum menerima informasi (likuifaksi). Iya, sampai saat ini kita juga belum menerima informasi longsor," kata dia.

Dia mengatakan, pihaknya baru menerima laporan adanya kerusakan bangunan akibat gempa. 

“Baru tadi ada kita tampilkan beberapa wilayah yang ada kerusakan ringan, dan utamanya kerusakan ringan itu bukan terjadi struktur yang rusak ya,” ujarnya.

“Hanya tadi kita lihat plafon yang runtuh, terus ada sebagian dinding, sebagian pagar tadi yang runtuh, ada kafe tadi atapnya, karena atapnya mungkin strukturnya tidak kuat. Itu update terkini dari kita, mudah-mudahan nanti tidak ada gempa yang rusak berat gitu ya,” tuturnya.

Topik Menarik