Virgil van Dijk Sindir Jeda Minum di Piala Dunia 2026: Laga seperti Dipotong Iklan!
ARLINGTON, iNews.id – Virgil van Dijk, menyindir aturan baru hydration break FIFA di Piala Dunia 2026 setelah Belanda bermain imbang 2-2 melawan Jepang. Kapten Timnas Belanda itu menilai jeda minum di tengah pertandingan tidak selalu nyaman untuk pemain dan penonton.
Belanda memulai perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Jepang di Arlington, Texas, Minggu (14/6/2026). Laga tersebut berlangsung sengit, terutama pada babak kedua.
Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, menurunkan sejumlah nama yang tak asing bagi publik Liga Inggris. Bart Verbruggen mengawal gawang, sementara Jan Paul van Hecke berduet dengan Van Dijk di jantung pertahanan.
Micky van de Ven tampil sebagai bek kiri. Di lini tengah, Ryan Gravenberch dan Tijani Reijnders menjadi pilihan sejak menit awal.
Crysencio Summerville, Donyell Malen, dan Cody Gakpo juga masuk daftar starter. Total ada sembilan pemain Belanda yang saat ini atau pernah bermain di Premier League.
Belanda Gagal Menang Dramatis
Setelah babak pertama berjalan datar, pertandingan mulai hidup selepas jeda. Van Dijk membuka keunggulan Belanda lewat sundulan.
Namun, Jepang merespons cepat. Keito Nakamura mencetak gol penyeimbang enam menit kemudian untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Belanda kembali unggul pada menit ke-65 melalui sepakan melengkung Summerville. Kemenangan Oranje yang sudah di depan mata buyar jelang akhir laga.
Gelandang Crystal Palace, Daichi Kamada, menanduk bola masuk dua menit sebelum waktu normal berakhir. Skor 2-2 pun menjadi hasil akhir pertandingan.
Van Dijk Kritik Hydration Break
Usai pertandingan, Van Dijk justru mendapat pertanyaan soal hydration break. Aturan baru FIFA itu menjadi sorotan karena diterapkan di setiap laga Piala Dunia 2026.
Dalam aturan tersebut, wasit disarankan menghentikan laga selama tiga menit pada menit ke-22 di setiap babak. Jeda itu diberikan agar pemain bisa minum, tanpa bergantung pada suhu atau kondisi cuaca.
Van Dijk mengaku tidak terlalu menyukai aturan tersebut. Dia menilai hydration break seharusnya dilihat berdasarkan kondisi tiap pertandingan.
“Saya pikir hydration break sangat menarik. Saya jelas menonton hampir semua pertandingan sampai hari ini. Saya pikir setiap kali kami masuk ke iklan, itu bukan sesuatu yang saya sukai,” kata Van Dijk kepada wartawan di Dallas Stadium, dikutip dari Sport Bible.
“Saya pikir untuk penonton netral di televisi, itu juga tidak bagus. Jadi jika memang sangat panas, bagus jika jeda itu diterapkan. Namun menurut saya, setiap pertandingan harus dilihat secara terpisah,” ujarnya.
Van Dijk bukan satu-satunya sosok yang mengkritik aturan tersebut. Mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, juga menilai hydration break dapat merusak alur pertandingan.
Klopp menyebut jeda tiga menit itu seperti mengubah ritme pertandingan demi kepentingan iklan. Dia menilai sepak bola berisiko kehilangan aliran naturalnya.
“Ketika saya melihat para pemain hanya berdiri di sana saat jeda panas, sementara jeda televisi menentukan ritme pertandingan, saya bertanya kepada diri sendiri: Piala Dunia ini sebenarnya untuk siapa? Penggemar? Pemain? Atau pengiklan?” kata Klopp kepada ZDF.
“Pertandingan Piala Dunia seharusnya mengalir seperti sungai. Sebaliknya, kami membangun bendungan di tengah agar iklan bisa lewat,” tuturnya.
“Sepak bola dulu menjadi acara utama, tetapi kini berisiko menjadi musik latar untuk pertunjukan iklan,” ucapnya.
Belanda selanjutnya akan menghadapi Swedia pada 20 Juni. Laga itu menjadi ujian penting bagi Oranje setelah gagal menang atas Jepang pada pertandingan pertama.









