Timnas Iran Tiba di AS setelah Kesepakatan Damai Diumumkan, Ketegangan Politik Belum Berakhir
JAKARTA, iNews.id - Mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) tiba di lokasi aksi demonstrasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026) sore. Massa sebelumnya sempat tertahan di kawasan Tugu Tani dan terlibat adu argumen dengan polisi.
Setelah melakukan negosiasi, massa aksi dipersilakan melintas oleh aparat. Pantauan iNews di lokasi, kelompok massa tiba di Jalan Medan Merdeka Selatan sekitar pukul 14.40 WIB.
Kedatangan mahasiswa langsung disambut dengan barikade kepolisian. Mereka berdemonstrasi di Jalan Medan Merdeka arah patung kuda, padahal polisi menyediakan lokasi aksi di arah sebaliknya.
Sebelum mahasiswa tiba, polisi diketahui telah menutup sementara ruas Jalan Medan Merdeka Selatan arah Balai Kota sekira pukul 14.37 WIB. Mereka menutup ruas jalan tersebut menggunakan barrier taktis.
Penutupan itu dilakukan untuk menghalau massa yang nantinya akan melakukan unjuk rasa di titik tersebut.
Sebelumnya, gelombang aksi mahasiswa pada Jumat, 12 Juni 2026 di Jakarta berlanjut pada hari ini, Senin (15/6/2026). BEM Universitas Bung Karno (UBK) membawa enam tuntutan. Hal tersebut diketahui dari unggahan di Instagram Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bung Karno.
“Indonesia sedang tidak baik-baik saja! Ketika krisis sosio-ekonomi kian mencekik, reformasi hukum dikebiri, dan demokrasi terus berjalan mundur, diam bukanlah pilihan,” bunyi unggahan tersebut.
“Saatnya kita merapatkan barisan, menyatukan suara, dan turun ke jalan demi masa depan bangsa yang lebih adil! Kami memanggil seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk hadir pada aksi manifestasi perlawanan,” sambungnya. “Panjang umur perjuangan! Mari kita suarakan kebenaran. Sampai jumpa di medan juang,” tambahnya.
Dalam unggahan tersebut, mereka juga menyampaikan enam tuntutan yang akan dibawa dalam aksi hari ini.
1. Mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
2. Mendesak peninjauan kembali Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia.
3. Stop militerisme dan tegakkan supremasi sipil.
4. Mendesak pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.
5. Berikan hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia. 6. Meninjau kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak yang membebani masyarakat.










