Polda Metro Pastikan Penutupan Jalan untuk Presiden Jerman Hanya Situasional

Polda Metro Pastikan Penutupan Jalan untuk Presiden Jerman Hanya Situasional

Berita Utama | inews | Senin, 15 Juni 2026 - 13:02
share

JAKARTA, iNews.id - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memastikan arus lalu lintas tetap berjalan normal meski Presiden Jerman melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Penutupan jalan hanya dilakukan secara situasional saat rombongan VVIP melintas.

"Ruas jalan mulai dari Halim sampai dengan Semanggi, Sudirman, Thamrin menuju Istana, dan Gereja Katedral serta Masjid Istiqlal ini dilakukan rekayasa lalu lintas. Kami perlu sampaikan kepada warga masyarakat untuk penutupan jalur atau penutupan jalan dilakukan situasional pada saat rombongan kenegaraan akan melintasi," ujarnya pada wartawan, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, rangkaian kunjungan Presiden Jerman ke Indonesia itu bakal berlangsung sejak Senin (15/6/2026) pagi hingga sore hari nanti dengan rombongan VVIP melintas di sejumlah titik sejak dari Halim Perdana Kusuma hingga Istana Negara.

"Kegiatan berlangsung pagi hari ini sampai dengan sore hari. Beberapa titik kunjungan seperti Istana Negara, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan beberapa titik lainnya. Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya melaksanakan pelayanan pengamanan terkait tentang kedatangan dan beberapa agenda kegiatan dari kunjungan kenegaraan ini," tuturnya.

"Ada kegiatan orang, kegiatan tempat, dan barang yang menjadi prioritas pengamanan yang dilakukan. Kunjungan kenegaraan yang dilakukan pada hari ini harus diberikan pelayanan dan pengamanan VVIP," ucap Budi.

Dia memaparkan, pengamanan juga dilakukan dari sisi lalu lintas, yang mana proses rekayasa lalu lintas berupa penutupan jalan dilakukan secara situasional saat rombongan hendak melintas saja. Setelah melintas, jalanan kembali dibuka sehingga tidak akan berdampak signifikan pada kepadatan arus lalu lintas.

"Jadi sebelum rombongan kenegaraan VVIP melewati jalur, baru akan dilakukan sterilisasi ataupun penutupan jalan, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti sedia kala," ungkapnya.

"Kami sampaikan bahwa kegiatan arus lalu lintas dilakukan secara situasional pada saat rombongan ataupun rangkaian akan melintas baru dilakukan penutupan terkait tentang ruas-ruas jalan yang tadi sudah kami sampaikan," kata Budi.

Topik Menarik