Angin Puting Beliung Terjang Cirebon, 24 Rumah dan Kantor Sekolah Rusak
CIREBON, iNews.id – Puluhan rumah dan kantor sekolah di Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, porak-poranda diterjang angin puting beliung disertai hujan deras.
Musibah yang terjadi saat pagi hari membuat panik warga. Mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Selain itu, aktivitas pendidikan anak-anak tidak lumpuh total. Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 1 Beringin tetap dipaksakan berjalan normal.
Pantauan di lokasi, kondisi terparah dialami warga yang tinggal di Blok Karang Melati, Desa Beringin. Tercatat, sedikitnya ada 24 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya mengalami kerusakan struktural, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat.
Beberapa rumah warga bahkan kehilangan seluruh atapnya karena tersapu angin dalam waktu yang sangat cepat.
MA Tolak Kasasi Dokter Taufik Eko Nugroho Terkait Kasus Pemerasan di PPDS Kedokteran Undip
"Kejadiannya cepat sekali. Kami semua masih tidur nyenyak, tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras dan atap rumah langsung terbang. Kami langsung panik berhamburan keluar karena air hujan langsung mengguyur kamar kami," tutur Khodijah, salah seorang pemilik rumah yang atapnya hilang, Minggu (14/6/2026).
Pemerintah setempat langsung menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat pascabencana.
"Dari data sementara yang kami himpun, ada sekitar 20 rumah dengan total 24 KK yang terdampak langsung musibah angin kencang ini. Beberapa di antaranya mengalami rusak berat pada bagian atap. Aktivitas masyarakat dan pelayanan di kantor guru memang sempat sedikit terganggu," kata Camat Pangenan, Baehaqi.
Hingga saat ini, warga dibantu aparat TNI-Polri masih bahu-membahu melakukan perbaikan rumah secara gotong-royong dengan alat seadanya. Mengingat banyaknya material genting dan kayu yang hancur serta hilang disapu angin, warga sangat mengharapkan adanya bantuan logistik bangunan darurat dari pemerintah daerah.










