Kisah Nenek Jumariah, Ikon Haji Dunia asal Maros Pulang Pakai Baju Bling-Bling
MAKASSAR, iNews.id – Kisah Nenek Jumariah (70) buruh tani asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang menjadi ikon haji dunia menginsipirasi banyak orang. Kedatangan Jumariah dari tanah Suci pun disambut haru dan penuh kebahagiaan.
Nenek Jumariah bersama ratusan jemaah haji lainnya dari kloter 14 Debarkasi Makassar tiba di Asrama Haji Sudiang, Kamis (11/6/2026). Di antara ratusan jemaah asal Kabupaten Maros tersebut, sosok nenek bernama Jumariah (70) mendadak jadi pusat perhatian.
Hajah Jumariah merupakan buruh tani yang kisahnya sempat viral di media sosial karena perjuangan luar biasanya menabung selama 16 tahun demi bisa menginjakkan kaki di Baitullah. Berkat ketekunannya, sosoknya bahkan didapuk sebagai ikon global Makkah Route 2026, sebuah simbol kegigihan jemaah haji Indonesia di mata dunia.
Nabung 16 Tahun di Ember
Impian suci Jumariah untuk berhaji tidak diraih dengan mudah. Sehari-hari, ia harus memeras keringat di sawah orang lain sebagai buruh tani dengan penghasilan yang pas-pasan.
Namun, keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan niatnya. Dengan penuh kesabaran, ia menyisihkan sedikit demi sedikit uang hasil bertani dan menyimpannya secara tradisional.
Uang tabungan itu ia simpan rapat-rapat di dalam ember dan di bawah bantal rumahnya selama belasan tahun, hingga akhirnya terkumpul cukup untuk melunasi biaya perjalanan ibadah haji.
Saat tiba di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Jumariah tampak bugar dan tampil nyentrik mengenakan pakaian khas bugis yang gemerlap atau bling-bling yang sudah ia siapkan dari rumah. Penampilannya yang mencolok langsung diserbu oleh jemaah lain, petugas, hingga pihak keluarga yang berebut untuk berswafoto bersama.
Perjalanan ibadah di Tanah Suci pun bukan tanpa rintangan bagi lansia berusia 70 tahun ini. Nenek Jumariah mengaku sempat mengalami demam selama dua hari akibat cuaca ekstrem saat berada di Mina. Namun, ia bersyukur seluruh rukun dan wajib haji dapat dituntaskannya dengan lancar.
"Saat menjalani wukuf di Arafah, saya berdoa dengan khusyuk agar kelak kembali mendapat kesempatan mengunjungi Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah," tutur Haji Jumariah penuh haru.
Jadi Teladan Nasional
Kedatangan Jumariah bersama 392 jemaah haji kloter 14 lainnya disambut langsung oleh PPIH Debarkasi Makassar bersama Bupati Maros, Chaidir Syam. Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi dan menganggap perjuangan nenek 70 tahun ini sebagai tamparan positif sekaligus motivasi bagi masyarakat luas.
Pemerintah Kabupaten Maros menilai kisah hidup Haji Jumariah adalah teladan nyata bahwa kerja keras, kesabaran yang dibarengi keyakinan kuat, mampu mengantarkan siapa saja—bahkan seorang buruh tani sekalipun—untuk meraih impian besar setinggi langit.










