Jose Mourinho Resmi Kembali Jadi Pelatih Real Madrid, Misi Berat Menanti!

Jose Mourinho Resmi Kembali Jadi Pelatih Real Madrid, Misi Berat Menanti!

Olahraga | inews | Jum'at, 12 Juni 2026 - 06:37
share

MADRID, iNews.id – Jose Mourinho resmi ditunjuk menjadi Pelatih Real Madrid dengan misi besar mengembalikan kejayaan Los Blancos setelah dua musim terakhir tanpa gelar. Pelatih asal Portugal itu diumumkan sebagai pelatih baru melalui pernyataan resmi klub pada Kamis (11/6/2026) malam waktu Spanyol.

Real Madrid menunjuk Mourinho untuk menangani tim utama selama tiga musim. Kontrak tersebut berlaku hingga 30 Juni 2029.

“Dewan Direksi Real Madrid CF, yang bertemu hari ini, Kamis, 11 Juni, dan dipimpin Florentino Perez, telah sepakat menunjuk Jose Mourinho sebagai pelatih tim utama untuk tiga musim ke depan, hingga 30 Juni 2029,” bunyi pernyataan resmi Real Madrid.

“Jose Mourinho akan bergabung dengan Real Madrid pada 13 Juli, hari dimulainya pramusim,” lanjut pernyataan klub.

Kembalinya Mourinho sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Nama dia sudah kuat dikaitkan dengan kursi pelatih Real Madrid setelah Florentino Perez kembali terpilih sebagai presiden klub pada Minggu.

Perez disebut menjadikan Mourinho sebagai bagian dari janji besar bersama tiga rekrutan baru. Dua nama lain yang santer disebut akan datang adalah Ibrahima Konate dan Denzel Dumfries.


Mourinho Pulang, Madrid Siapkan Wajah Baru

Ibrahima Konate diperkirakan bergabung secara gratis setelah kontraknya di Liverpool habis. Sementara itu, Real Madrid perlu mengaktifkan klausul pelepasan Denzel Dumfries di Inter Milan senilai 20 jura euro atau sekitar Rp357,8 miliar.

Nama lain yang ikut masuk radar adalah Bernardo Silva. Gelandang Manchester City itu disebut “sangat dekat” bergabung dengan Los Blancos menurut MARCA, setelah Fabrizio Romano mengungkap Madrid sudah mengajukan tawaran.

Kontrak Silva bersama Manchester City juga berakhir pada 30 Juni. Situasi itu membuat peluang transfernya ke Real Madrid semakin terbuka.

Silva disebut menjadi pilihan favorit Mourinho. Laporan itu muncul setelah Mourinho dikabarkan tidak senang dengan langkah mengejutkan Perez yang menggoda transfer Julian Alvarez senilai 150 juta euro, atau sekitar Rp2,67 triliun.

Jika transfer-transfer itu terealisasi, Mourinho akan mendapat amunisi penting sejak awal masa kerja keduanya di Santiago Bernabeu. Namun, tugas utama dia tetap jauh lebih besar daripada sekadar mendatangkan pemain baru.

Mourinho pernah menangani Real Madrid pada 2010 hingga 2013. Pada periode itu, dia datang dengan misi menghentikan dominasi Barcelona yang dipimpin Pep Guardiola dan Lionel Messi.

Misi tersebut sebagian berhasil. Mourinho membawa Real Madrid menjuarai Liga Spanyol 2012 lewat musim luar biasa dengan rekor 100 poin.


Misi Lama Berulang, Lawannya Kini Barcelona Era Flick

Kini, Mourinho menghadapi tantangan serupa dengan wajah berbeda. Jika dulu Barcelona punya Guardiola dan Messi, sekarang dominasi Spanyol berada di tangan Hansi Flick dan Lamine Yamal.

Barcelona era Flick tampil sangat kuat dalam dua musim terakhir. Pelatih asal Jerman itu membawa Blaugrana meraih lima dari enam trofi domestik yang tersedia.

Situasi tersebut semakin menekan Real Madrid. Los Blancos mengakhiri dua musim terakhir tanpa gelar dan membutuhkan perubahan besar untuk kembali bersaing di level tertinggi.

Mourinho tidak hanya dituntut membawa trofi kembali ke Madrid. Dia juga harus menciptakan keharmonisan di ruang ganti yang disebut sedang bermasalah.

Tugas lain yang tidak kalah besar adalah memaksimalkan para bintang utama. Kylian Mbappe dan Vinicius Jr menjadi dua nama yang harus kembali tampil dalam level terbaik di bawah arahan Mourinho.

Kedatangan Mourinho membuat Real Madrid memasuki babak baru yang penuh tekanan. Reputasi dia sebagai pelatih bermental juara akan diuji dalam situasi yang tidak sederhana.

Publik Madrid tentu berharap Mourinho mampu mengulang dampak besar seperti periode pertamanya. Namun, kali ini lawan yang harus dihentikan adalah Barcelona yang sedang percaya diri bersama Flick dan generasi baru seperti Lamine Yamal.

Real Madrid kini menatap era kedua Mourinho dengan ekspektasi besar. Pulangnya The Special One bukan sekadar nostalgia, melainkan pertaruhan besar untuk mengakhiri masa sulit dan merebut kembali dominasi dari Barcelona.

Topik Menarik