Shin Tae-yong Datang Bawa Misi Besar ke Persija, Kuncinya Pemain Muda
JAKARTA, iNews.id - Shin Tae-yong datang membawa misi besar ke Persija Jakarta dengan menjadikan pemain muda sebagai salah satu kunci pembangunan tim. Pelatih asal Korea Selatan itu sejalan dengan visi Macan Kemayoran yang terus memberi ruang bagi talenta muda untuk berkembang.
Persija Jakarta menegaskan komitmen pembinaan pemain muda tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan tim. Arah tersebut tidak berubah meski klub harus bersaing ketat di level Super League.
Kehadiran Shin membuat proyek jangka panjang Persija semakin menarik. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu dikenal berani memberi kesempatan kepada pemain muda selama kariernya di Indonesia.
Bagi Persija, visi tersebut menjadi nilai tambah. Macan Kemayoran tidak hanya mengejar hasil instan, tetapi juga ingin membangun fondasi kuat untuk masa depan.
Shin menilai Indonesia memiliki banyak talenta muda yang layak diberi panggung. Menurut dia, kesempatan bermain menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kualitas pemain.
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-17 vs Jepang di Piala Asia U-17 2026, Live di RCTI!
"Ada cukup banyak pemain muda di Indonesia. Demi masa depan sepak bola Indonesia, saya berpikir bahwa kami harus secara jelas dan pasti memberikan banyak kesempatan bermain kepada para pemain muda,” kata Shin Tae-yong dikutip dari laman resmi Persija Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat untuk pemain muda Persija. Mereka punya peluang mendapat ruang lebih besar jika mampu menjawab kepercayaan pelatih di lapangan.
Shin tetap menegaskan keputusan bermain akan menyesuaikan situasi tim. Namun, prinsip memberi pengalaman langsung kepada pemain muda tetap menjadi pandangan yang dia pegang.
"Tentu saja hal itu bisa berubah tergantung situasi. Namun, saya selalu berpikir bahwa anak-anak muda Indonesia harus berkembang melalui pertandingan secara langsung. Hanya dengan cara itulah sepak bola Indonesia bisa maju. Saya selalu memegang prinsip itu,” tutur mantan pelatih Timnas Indonesia itu.
Shin melihat pertandingan sebagai ruang belajar paling penting bagi pemain muda. Dia menilai perkembangan pemain tidak cukup hanya melalui latihan, tetapi harus ditempa dalam tekanan kompetisi.
Prinsip tersebut membuat era baru Persija bersama Shin terasa punya arah jelas. Regenerasi bukan sekadar jargon, melainkan bagian dari strategi membangun tim.
Persija Sudah Buka Jalur Regenerasi
Arah yang dibawa Shin sebenarnya selaras dengan langkah Persija dalam beberapa musim terakhir. Klub Ibu Kota itu terus membuka jalan bagi pemain akademi untuk naik ke tim utama.
Pada Super League 2025-2026, Persija menunjukkan keberpihakan terhadap regenerasi pemain. Lima pemain muda berhasil menjalani debut bersama tim senior sepanjang musim tersebut.
Kelima pemain itu adalah Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, dan Hafizh Rizkianur. Kehadiran mereka menjadi bukti jalur dari akademi menuju tim utama tetap terbuka.
Tidak hanya pada musim lalu, hasil pembinaan Persija juga terlihat dalam rentang lima musim terakhir. Total 23 lulusan Elite Pro Academy (EPA) Persija berhasil menembus tim utama dan mencatatkan debut profesional.
Catatan itu memperlihatkan Persija memiliki sistem pembinaan yang berjalan konsisten. Macan Kemayoran terus menjaga keseimbangan antara kebutuhan prestasi dan regenerasi pemain.
Kedatangan Shin memberi harapan baru bagi para pemain muda Persija. Mereka kini berada di bawah pelatih yang punya prinsip kuat soal pentingnya menit bermain untuk talenta muda Indonesia.
Tantangan Persija tetap besar karena tuntutan bersaing di Super League tidak bisa diabaikan. Namun, kehadiran Shin membuka peluang Macan Kemayoran membangun kekuatan dengan fondasi pemain muda.
Misi besar itu kini mulai terlihat. Shin Tae-yong datang ke Persija bukan hanya untuk membentuk tim kompetitif, tetapi juga memperkuat masa depan klub lewat pemain muda.










