Tangis Jennifer Coppen Pecah, Peluk Foto Mendiang Ibu di Pengajian Jelang Menikah
JAKARTA, iNews.id – Momen pengajian jelang pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner di Bali dipenuhi suasana haru yang menyentuh hati. Di tengah kebahagiaan menyambut hari istimewanya, Jennifer rupanya masih menyimpan kerinduan mendalam kepada sosok sang ibu yang telah tiada.
Hal itu terlihat dari detail yang mencuri perhatian dalam prosesi pengajian yang digelar pada Kamis (11/6/2026). Di samping kursi tempat Jennifer duduk mengikuti rangkaian acara, tampak foto berbingkai mendiang ibundanya yang sengaja diletakkan di area utama pengajian.
Keberadaan foto tersebut langsung membuat suasana terasa emosional. Bagi Jennifer, sang ibu bukan sekadar kenangan, melainkan sosok yang tetap ingin ia hadirkan dalam setiap langkah penting hidupnya, termasuk saat menuju pelaminan.
Dengan balutan kebaya putih gading yang anggun dan riasan bernuansa lembut, Jennifer terlihat berusaha tegar menjalani prosesi. Namun, beberapa kali ia tampak menyeka air mata saat mengikuti rangkaian acara yang berlangsung khidmat di hadapan keluarga dan kerabat terdekat.
Foto mendiang ibunya yang berada tepat di sisi Jennifer seolah menjadi simbol bahwa cinta seorang ibu tidak pernah benar-benar pergi. Meski telah berpulang, kehadirannya tetap terasa dalam momen paling berharga sang putri.
Banyak warganet yang ikut tersentuh melihat cara Jennifer mengenang ibundanya. Tak sedikit yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan rindu yang begitu mendalam.
Momen itu pun menjadi salah satu bagian paling mengharukan dari rangkaian pernikahan Jennifer dan Justin Hubner. Di tengah kebahagiaan menyambut kehidupan baru bersama pria yang dicintainya, Jennifer masih menyisakan ruang khusus untuk sosok perempuan yang telah membesarkan dan mendampinginya sejak kecil.
Prosesi pengajian ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan dan kehilangan terkadang berjalan beriringan. Jennifer mungkin tidak bisa lagi menggenggam tangan sang ibu secara langsung di hari istimewanya, namun ia memastikan bahwa sosok yang paling dirindukannya itu tetap hadir, menemani setiap doa dan langkah menuju babak baru kehidupannya.










