Gara-Gara Sound Horeg, Ratusan Tawon Vespa Mengamuk Serang Hajatan di Lampung

Gara-Gara Sound Horeg, Ratusan Tawon Vespa Mengamuk Serang Hajatan di Lampung

Nasional | inews | Rabu, 10 Juni 2026 - 16:40
share

LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Kemeriahan acara hajatan pernikahan warga di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, mendadak berubah menjadi kepanikan massal pada Rabu (10/6/2026). Dentuman suara keras dari musik orgen tunggal atau yang akrab disebut sound horeg di lokasi acara, membuat ratusan tawon vespa yang bersarang di dekat lokasi hajatan mengamuk.

Akibatnya, ratusan ekor tawon predator keluar secara bersamaan dari sarangnya, lalu terbang merangsek ke area pesta dan menyengat sejumlah tamu undangan yang sedang asyik menikmati hidangan.

Suasana sakral dan penuh kegembiraan di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan itu pun seketika kacau. Para tamu undangan, termasuk kedua mempelai, sempat berlarian menyelamatkan diri mencari tempat perlindungan yang aman guna menghindari kejaran serangga yang dikenal memiliki sengatan beracun tersebut.

Menurut penuturan warga sekitar, koloni tawon Vespa tersebut mendadak menjadi sangat agresif diduga karena tidak kuat menahan efek getaran frekuensi rendah serta kebisingan yang dihasilkan oleh pelantang suara (sound system) berdaya besar di panggung hajatan.

Hanya dalam hitungan menit sejak musik berdentum, serangan udara dari serangga tersebut langsung memakan korban. Sejumlah warga mengalami luka sengatan bengkak di beberapa bagian tubuh dan terpaksa dilarikan menjauh dari lokasi acara untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Menerima laporan darurat dari masyarakat yang ketakutan, Posko Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan langsung menerjunkan Tim Rescue ke lokasi kejadian dengan membawa peralatan evakuasi khusus.

Setibanya di TKP, petugas Damkar langsung melakukan sterilisasi area dan meminta warga maupun tamu undangan untuk menjauh dari titik koordinat sarang. Langkah barikade ini diambil demi mencegah terjadinya serangan susulan yang lebih fatal saat proses eksekusi pemindahan sarang dilakukan.

Dalam situasi yang mencekam dan menegangkan, petugas yang mengenakan baju pelindung khusus anti-sengatan lebah (bee suit) akhirnya berhasil mendeteksi keberadaan sarang tawon berukuran raksasa yang menggantung di sekitar lokasi pesta. Dengan teknik penyemprotan dan pembungkusan yang terukur, sumber teror tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dan diamankan ke dalam wadah tertutup.

Kepala Bidang Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, membenarkan insiden unik sekaligus membahayakan tersebut.

"Kami menerima laporan adanya gangguan kamtibmas berupa serangan tawon Vespa di tengah acara hajatan warga di Kalianda. Diduga karena getaran suara sound system orgen tunggal yang terlalu keras, membuat koloni tawon tersebut merasa terancam dan keluar menyerang warga," ujar Rully Fikriansyah, Rabu (10/6/2026).

Pasca-sarang tawon raksasa tersebut berhasil dipindahkan oleh petugas, situasi di sekitar lokasi berangsur-angsur kembali kondusif. 

Topik Menarik