Elon Musk Selangkah Lagi Jadi Triliuner Pertama di Dunia Lewat IPO SpaceX

Elon Musk Selangkah Lagi Jadi Triliuner Pertama di Dunia Lewat IPO SpaceX

Terkini | inews | Selasa, 9 Juni 2026 - 04:15
share

TEXAS, iNews.id - Orang terkaya di dunia, Elon Musk berpeluang menjadi triliuner pertama di dunia melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) perusahaan roketnya, SpaceX. Perusahaan itu berencana menetapkan harga saham 135 dolar AS per saham dan melambungkan valuasi perusahaan sekitar 1,77 triliun dolar AS.

Melansir CNBC International, CEO SpaceX tersebut memiliki saham yang dapat digunakan kembali dengan nilai mencapai 866,5 miliar dolar AS atau setara Rp15,75 kuadriliun (kurs Rp18.187 per dolar AS).

Penawaran saham perdana SpaceX yang dijadwalkan berlangsung pekan depan terjadi 16 tahun setelah Musk membawa Tesla melantai di bursa. 

Saat ini, nilai saham Musk di Tesla senilai 355 miliar dolar AS setara Rp6,45 kuadriliun dan juga memegang opsi saham yang berpotensi menambah lebih dari 100 miliar dolar AS atau setara Rp1,8 kuadriliun terhadap total kekayaannya.

Berdasarkan dokumen yang diajukan pada Rabu, Musk akan tetap mengendalikan lebih dari 82 persen hak suara di SpaceX setelah IPO. Namun, dia diwajibkan mempertahankan seluruh kepemilikan sahamnya selama satu tahun setelah perusahaan resmi tercatat di bursa.

“Menurut kami, kepemilikan saham yang besar oleh Tuan Musk memberikan insentif ekonomi baginya untuk membantu perusahaan mencapai kesuksesan,” tulis SpaceX dalam prospektus IPO.

Setelah masa penguncian saham selama 366 hari berakhir, Musk tidak lagi memiliki kewajiban untuk mempertahankan kepemilikannya di perusahaan dan dapat memilih untuk menjual seluruh atau sebagian besar sahamnya, atau mengurangi porsi kepemilikannya kapan saja setelah periode tersebut.

Kekayaan Musk terus meningkat secara konsisten selama lebih dari satu dekade terakhir. Saham Tesla mulai mengalami lonjakan signifikan pada 2013, dan pada 2021 Musk berhasil menjadi orang terkaya di dunia dengan melampaui pendiri Amazon, Jeff Bezos.

Meski demikian, saham Tesla sempat anjlok sekitar 65 persen pada 2022 sebelum kembali melonjak ke level yang lebih tinggi dalam beberapa tahun berikutnya.

Saat ini, Forbes memperkirakan kekayaan Musk mencapai 826 miliar dolar AS (setara Rp15,02 kuadriliun), jauh di atas pendiri bersama Google, Larry Page, yang menempati posisi kedua dengan kekayaan mendekati 300 miliar dolar AS (setara Rp5,45 kuadriliun).

Apabila SpaceX resmi melantai di Nasdaq dengan valuasi sesuai target, Musk akan mengendalikan dua dari delapan perusahaan paling bernilai di AS. Dalam daftar perusahaan dengan valuasi di atas 1 triliun dolar AS, SpaceX akan berada di atas Tesla maupun Meta.

Meski demikian, dari sisi pendapatan, SpaceX masih jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan-perusahaan raksasa tersebut. Pada tahun lalu, SpaceX membukukan pendapatan sebesar 18,67 miliar dolar AS. 

Sebagai perbandingan, Meta mencatat pendapatan lebih dari 200 miliar dolar AS, sedangkan Tesla membukukan penjualan hampir 95 miliar dolar AS.

Belakangan ini, sejumlah investor berspekulasi bahwa tujuan jangka panjang Musk adalah menggabungkan SpaceX dan Tesla untuk mengonsolidasikan sumber daya kecerdasan buatan (AI) serta mempermudah penggalangan modal di masa depan. 

Selain itu, Musk juga memiliki berbagai insentif ekonomi bernilai besar di kedua perusahaan tersebut yang terkait dengan pencapaian target-target ambisius.

Di SpaceX, kompensasi Musk dikaitkan dengan dua tonggak utama, yakni tercapainya kapitalisasi pasar sebesar 7,5 triliun dolar AS dan keberhasilan kolonisasi Mars dengan sedikitnya satu juta penduduk.

Topik Menarik