Bandara Frans Seda Ditutup 4 Hari Imbas Erupsi Gunung Lewotobi, 1.800 Penumpang Tertahan

Bandara Frans Seda Ditutup 4 Hari Imbas Erupsi Gunung Lewotobi, 1.800 Penumpang Tertahan

Nasional | inews | Senin, 8 Juni 2026 - 19:12
share

MAUMERE, iNews.id – Bandara Fransiskus Xaverius Seda (Frans Seda) Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah empat hari ditutup imbas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. 

Hingga Senin (8/6/2026), pihak bandara mencatat 42 penerbangan dibatalkan sejak empat hari berturut-turut.

Bandara terpaksa berhenti beroperasi setelah gunung api tersebut memuntahkan abu vulkanik tebal secara masif sejak Jumat (5/6/2026) lalu. Penutupan operasional bandara mulai diberlakukan sejak Sabtu (6/6/2026) pukul 06.00 WITA melalui maklumat Pemberitahuan Penerbangan (Notice to Airmen/NOTAM). 

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bandara akan dibuka kembali meski Tim Gabara terus melakukan pemantauan visual dan kertas uji (paper test) setiap jam. 

Berdasarkan pengamatan, kolom abu setinggi 1.500 hingga 2.500 meter terus melesat ke udara dari puncak kawah. Hembusan angin yang bergerak dominan ke arah barat dan barat laut membawa material abu tebal tersebut tepat menuju wilayah Kabupaten Sikka dan menyelimuti ruang udara sekitar bandara. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan mesin pesawat.

Pihak otoritas bandara menegaskan landasan terbang saat ini tertutup lapisan abu yang cukup pekat. Meskipun petugas kebersihan dikerahkan untuk menyapu dan membersihkan landasan setiap hari, upaya tersebut sia-sia karena sejam kemudian aspal landasan kembali tertutup abu baru. 

Mengingat keselamatan penumpang adalah prioritas utama, otoritas belum bisa memastikan kapan penerbangan komersial dapat kembali dibuka.

Akibat penghentian operasi selama empat hari ini, sektor transportasi udara di wilayah Flores lumpuh parah. Tercatat sebanyak 42 jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan atau dialihkan (divert). 

Pembatalan ini melanda maskapai Wings Air dan Nam Air yang melayani rute vital seperti Maumere–Kupang, Maumere–Labuan Bajo, Maumere–Ende, serta rute sebaliknya. Dampaknya, sekitar 1.800 calon penumpang kini terlantar dan tertahan di Kabupaten Sikka. 

Salah seorang calon penumpang tujuan Kupang, Marnia Yasin, mengaku hanya bisa pasrah setelah tiket penerbangannya dibatalkan secara mendadak akibat bencana alam ini.

"Saya seharusnya berangkat ke Kupang, tetapi terpaksa dibatalkan karena Gunung Lewotobi Laki-laki meletus. Keberangkatan kami ditunda oleh pihak maskapai sampai batas waktu yang belum bisa dipastikan," ujar Marnia dengan nada kecewa di area bandara, Senin (8/6/2026).

Selain melumpuhkan sektor penerbangan, dampak hujan abu vulkanik juga mulai menyengsarakan aktivitas harian masyarakat. Abu tebal tampak mengotori atap rumah warga, jalan raya, serta merusak tanaman pertanian.

Sekolah-sekolah di beberapa kecamatan yang terdampak parah terpaksa diliburkan. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mewaspadai potensi banjir lahar dingin jika hujan lebat mengguyur area puncak. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa aktivitas letusan Gunung Lewotobi Laki-laki masih sangat aktif dan saat ini masih ditetapkan pada Status Level III (Siaga). 

Petugas pos pengamatan dengan tegas melarang masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk mendekat atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius aman 7 kilometer dari sektor puncak gunung guna menghindari jatuhnya korban jiwa.

Topik Menarik