Bahlil soal Wacana Pembentukan Bursa Mineral: Lagi Cari-Cari Formulasi

Bahlil soal Wacana Pembentukan Bursa Mineral: Lagi Cari-Cari Formulasi

Berita Utama | inews | Senin, 8 Juni 2026 - 17:46
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini pihaknya masih menyusun skema yang tepat untuk merealisasikan wacana pembuatan bursa mineral pasca beroperasinya PT Sumber Daya Indonesia (DSI). 

Ia mengaku saat ini pihaknya belum banyak melakukan pembahasan terkait wacana tersebut dengan para stakeholder. Sehingga besar kemungkinan tidak diterapkan dalam waktu dekat. 

"Kita belum melakukan pembahasan detail secara itu ya, menyangkut dengan bursa mineral lagi mencari-mencari formulasi," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Bahlil mengatakan wacana pembentukan bursa mineral masih harus banyak dilakukan diskusi dengan para pemilik kepentingan, baik pemerintah maupun dunia usaha. Sebab nantinya akan bisa menjadi acuan harga komoditas yang dijual perusahan tambang ke Danantara. 

"Saya pikir itu belum ke arah sanalah, nanti kita akan bahas," kata Bahlil. 

Sekadar informasi, PT DSI akan berfungsi dalam 2 fase. Fase pertama, mulai Juni sampai Desember 2026, PT DSI akan berfungsi sebagai pengawas kegiatan ekspor untuk komoditas batubara, CPO, dan ferro alloy. 

Selanjutnya mulai 1 Januari 2027, PT DSI akan berfungsi sebagai pengekspor tunggal ketiga komoditas tersebut. Para perusahan tambang, hanya bisa menjual komoditasnya ke PT DSI, dan diteruskan ke pasar global. 

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, pihaknya akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pelaku usaha untuk menentukan patokan harga komoditas yang akan dibeli oleh PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). 

Ia menjelaskan, hal tersebut dilakukan agar kebijakan baru ini tidak merugikan para pengusaha yang saat ini punya usaha ekspor, di samping menjalankan tugas mencari keuntungan lewat pembentukan PT DSI sebagai BUMN ekspor. 

"Akan banyak diskusi yang kita lakukan termasuk juga mengenai penentuan patokan harga yang nanti akan kita diskusikan dengan pemerintah dan juga dengan seluruh pelaku usaha," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Wisma Danantara, Minggu (31/5/2026).

Topik Menarik