Gaji Shin Tae-yong usai Resmi Jadi Pelatih Persija, Tertinggi di Asia Tenggara?
JAKARTA, iNews.id – Shin Tae-yong resmi melatih Persija Jakarta setelah meninggalkan kursi kepelatihan Timnas Indonesia. Perkenalan dilakukan di Jakarta International Stadium, Senin (8/6/2026).
Masuknya Shin Tae-yong menandai babak baru bagi Macan Kemayoran. Rekam jejak internasional dan reputasinya di Asia menjadi alasan utama klub mengambil langkah berani ini.
Pergantian pelatih tidak semata berbicara aspek teknis di lapangan. Kehadiran Shin diproyeksikan memberi dampak besar di sektor bisnis klub, mulai dari lonjakan penjualan tiket hingga daya tarik sponsor yang lebih kuat.
Biaya Tinggi, Ekspektasi Lebih Tinggi
Manajemen Persija Jakarta dipastikan harus menyiapkan dana besar untuk mengamankan jasa Shin. Nilai pasar sang pelatih kini berada di level tertinggi di kawasan Asia Tenggara berkat pengalaman dan reputasi globalnya.
Sebagai perbandingan, mantan Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, pernah menyampaikan Shin menerima gaji sekitar Rp1,1 miliar per bulan atau Rp13,2 miliar per tahun saat awal menangani Timnas Indonesia.
Nilai tersebut meningkat signifikan ketika Shin memperpanjang kontrak bersama federasi. Berdasarkan laporan media Vietnam, Lao Dong, gajinya mencapai 1,5 juta dolar AS per tahun.
Jika dikonversi dengan kurs rupiah saat ini, angka tersebut berada di kisaran Rp27 miliar per tahun atau sekitar Rp2,25 miliar per bulan. Nominal ini baru mencakup gaji pokok, belum termasuk fasilitas dan hak komersial lain.
Total biaya operasional diperkirakan melonjak hingga Rp35 sampai Rp40 miliar per musim. Komponen ini meliputi bonus prestasi, akomodasi kelas atas, tiket penerbangan internasional, serta pembiayaan staf pelatih pendamping.
Investasi besar ini menempatkan Persija Jakarta dalam sorotan. Klub kini memikul ekspektasi tinggi untuk meraih prestasi sepadan, sekaligus memaksimalkan efek komersial dari figur besar seperti Shin Tae-yong.
Bagi Persija, keputusan ini bukan sekadar pergantian pelatih, melainkan langkah strategis untuk mengangkat daya saing klub di level nasional dan regional.










