2 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Masuk Jurang Dievakuasi, 1 Orang Masih Terjebak

2 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Masuk Jurang Dievakuasi, 1 Orang Masih Terjebak

Nasional | inews | Jum'at, 5 Juni 2026 - 17:39
share

MALANG, iNews.id – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua dari tiga pendaki ilegal yang masuk jurang di kawasan Gunung Semeru. Kedua pendaki tersebut saat ini sudah berada di Puskesmas Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, untuk menjalani penanganan medis.

Satu korban lainnya hingga kini masih terjebak di dalam jurang terjal akibat mengalami cedera patah tulang atau dislokasi pada bagian kakinya. 

Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), Bambang Suryono mengatakan, dua pendaki ilegal yang selamat telah tiba di posko evakuasi pemukiman warga pada Jumat (5/6/2026) dini hari sekitar pukul 00.07 WIB bersama tim rescue. 

"Dua pendaki berhasil dibawa dan tiba di posko evakuasi dini hari tadi. Secara umum kondisi mereka sehat, namun pemeriksaan medis secara menyeluruh masih terus dilakukan oleh tim dokter di Puskesmas Ampelgading," ujar Bambang Suryono, Jumat (5/6/2026) pagi. 

Bambang memaparkan, ketiga pendaki remaja ini diketahui memasuki kawasan konservasi Gunung Semeru secara sepihak melalui jalur Candi Jawar, Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading. 

Jalur di lereng barat tersebut menegaskan statusnya sebagai rute ilegal atau tidak resmi yang ditutup untuk aktivitas pendakian publik. 

Petaka bermula saat salah satu dari rombongan pendaki tersebut, yakni remaja berinisial C (18), kehilangan keseimbangan hingga terperosok ke dalam jurang yang dalam. 

Korban C sempat menghubungi orang tuanya menggunakan telepon genggam untuk mengabarkan bahwa dirinya terjatuh dan membutuhkan pertolongan darurat medis secara cepat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Koramil Tirtoyudo dan Ampelgading segera berkoordinasi dengan warga setempat.

Tim evakuasi gelombang pertama, yang juga diikuti oleh ayah korban, langsung berangkat ke titik koordinat ponsel yang dikirimkan sebelum akhirnya perangkat tersebut mati kehabisan daya. Korban C akhirnya berhasil ditemukan pada Selasa pagi (2/6/2026) lalu.

Kendati posisi korban sudah ditemukan sejak beberapa hari lalu, proses pengangkatan jasad tubuh C dari dasar jurang berjalan sangat lambat dan memakan waktu berhari-hari. Hal ini dikarenakan karakteristik medan di lereng barat Semeru tersebut sangat terjal, ekstrem, serta membutuhkan peralatan khusus vertical rescue yang memadai.

"Satu korban berinisial C hingga saat ini masih dalam proses evakuasi intensif untuk diangkat ke atas. Kondisinya mengalami luka dislokasi di bagian kaki sehingga proses pengangkatan harus dilakukan secara sangat hati-hati oleh personel penyelamat yang berkompeten," kata Bambang.

Topik Menarik