Purbaya soal IHSG Anjlok ke Level Terendah sejak 2021: Jangan Takut, Fundamental Ekonomi Bagus

Purbaya soal IHSG Anjlok ke Level Terendah sejak 2021: Jangan Takut, Fundamental Ekonomi Bagus

Terkini | inews | Kamis, 4 Juni 2026 - 08:17
share

JAKARTA, iNews.id - Pasar modal Indonesia mengalami tekanan hebat pada akhir sesi perdagangan, Rabu (3/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakkhir di zona merah dan menutup pergerakannya di level 5.941.

Nilai indeks saham merosot tajam sebesar 4,11 persen dibandingkan posisi penutupan pada hari sebelumnya. Penurunan ini menempatkan posisi IHSG ke titik terendahnya sejak tahun 2021 silam, atau mencatatkan rekor terburuk dalam kurun waktu lima tahun terakhir perdagangan saham.

Kendati pasar saham domestik sedang terkoreksi dalam, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimistis. Purbaya yakin performa IHSG akan segera berbalik arah dan kembali menunjukkan taji, mengingat pondasi fundamental perekonomian nasional saat ini dinilai masih berada dalam kondisi yang kokoh.

“Jangan takut, fundamental ekonomi bagus Jadi ini mungkin ada short, ketakutan (jangka pendek),” ucap Purbaya saat ditemui usai rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Purbaya menjelaskan sejumlah indikator riil yang menjadi bukti ketahanan ekonomi nasional saat ini. Salah satunya adalah realisasi penerimaan negara dari sektor perpajakan yang tumbuh secara agresif. 

Di samping itu, aktivitas ekonomi di sektor pariwisata dan gaya hidup, seperti tingkat keterisian (okupansi) kamar hotel serta sektor hiburan, terpantau masih sangat stabil.

“Daya beli masyarakat masih cukup kuat Itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita Jadi nggak usah takut kita akan jeblok atau apa,” tuturnya.

Lebih lanjut, dengan modal kestabilan struktur ekonomi tersebut, Purbaya bahkan memproyeksikan nilai tukar rupiah memiliki peluang besar untuk menguat signifikan hingga menyentuh level Rp10.000 per dolar AS di masa mendatang.

Kemerosotan IHSG hingga terlempar ke bawah ambang psikologis level 6.000 menempatkan bursa saham Indonesia sebagai indeks dengan performa paling lemah di regional Asia pada perdagangan kemarin.

Kejatuhan yang signifikan tersebut membuat pasar saham domestik masuk ke dalam jajaran indeks berkinerja terburuk di dunia (worst performing index).

Posisi pelemahan tajam IHSG ini kemudian diikuti oleh beberapa bursa saham global lainnya yang juga mendarat di zona negatif, antara lain:

- Swiss Market Index / SWI (Swiss): Terkoreksi hingga 2,57 persen
- Hang Seng (Hong Kong): Mengalami penurunan sebesar 1,56 persen
- S&P/CLX IPSA / CLP TR (Chile): Melemah di angka 1,48 persen
- Dubai Financial Market General Index (UEA): Merosot sebesar 1,11 persen
- MSX30 Index (Oman): Jatuh sedalam 1,05 persen
- EGX 30 INDEX (Mesir): Mengalami penyusutan 1,04 persen
- DAX 40 GER40 (Jerman): Ditutup melemah sebesar 0,97 persen.

Topik Menarik