Iran Gempur Kuwait, 1 Orang Tewas 63 Luka

Iran Gempur Kuwait, 1 Orang Tewas 63 Luka

Terkini | inews | Kamis, 4 Juni 2026 - 03:03
share

KUWAIT CITY, iNews.id - Serangan udara Iran ke Kuwait, Rabu (3/6/2026), menewaskan satu orang dan melukai 63 lainnya. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain sebagai pembalasan atas gempuran terhadap Pulau Qeshm di Selat Hormuz.

Namun serangan rudal balistik dan drone Iran juga menghantam Bandara Internasional Kuwait, sehingga menimbulkan kerusakan parah pada gedung terminal penumpang.

Serangan Iran juga merusak fasilitas penting, termasuk kantor misi diplomatik.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kuwait menegaskan berhak untuk membalas serangan tersebut.

"(Mengutuk keras) Serangan brutal dan berkelanjutan Iran," bunyi pernyataan, dikutip Kamis (4/6/2020).

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kuwait Abdullah Al Sanad mengatakan, 63 orang terluka dalam serangan tersebut, termasuk tujuh orang yang menjalani operasi darurat besar.

Korban luka termasuk karyawan bandara dan para pelancong, dengan jenis luka mulai dari patah tulang, luka di kepala, pendarahan otak, hingga amputasi anggota tubuh.

"(Kuwait mempertahankan) Hak penuh dan inheren untuk mengambil tindakan yang sesuai sebagai pembalasan atas serangan tersebut sesuai dengan hukum internasional," demikian isi pernyataan.

Kemlu melanjutkan, Kuwait dengan tegas menolak serangan agresif yang terang-terangan oleh Iran. Serangan pada Rabu pagi tersebut juga bisa memicu eskalasi, meningkatkan ketegangan di kawasan, serta merusak keamanan dan stabilitas.

Disebutkan, serangan itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, Piagam PBB, dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 Tahun 2026.

Keamanan, kedaulatan, dan keselamatan warga pendatang serta penduduk Kuwait adalah garis merah yang tidak bisa dilanggar.

Dia juga memperingatkan, serangan berulang Iran tersebut mencerminkan pendekatan agresif sistematis yang tidak akan diterima maupun ditoleransi oleh negara tersebut.

Topik Menarik