2 Begal Sadis Tewaskan Penjaga Kebun Sawit di Pelalawan Diburu Polisi

2 Begal Sadis Tewaskan Penjaga Kebun Sawit di Pelalawan Diburu Polisi

Nasional | inews | Rabu, 3 Juni 2026 - 18:35
share

PELALAWAN, iNews.id - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan masih memburu dua begal sadis yang menewaskan seorang penjaga kebun sawit di Desa Pangkalan Panduk, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Polisi menyebut identitas kedua pelaku telah dikantongi dan saat ini pengejaran terus dilakukan.

Kasatreskrim Polres Pelalawan, AKP Bayu R. Efendi mengatakan bahwa kedua pelaku diduga terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada Jumat (29/5/2026). Akibat kejadian tersebut, satu korban tewas, sementara satu korban lainnya selamat meski terluka akibat dipukul benda tumpul.

Korban merupakan dua kakak adik, yakni Julfan Setia Hulu (20) dan adiknya, Jelvi Hulu (15), yang bekerja sebagai penjaga kebun sawit. Berdasarkan keterangan korban yang selamat, peristiwa bermula saat mereka melintas menggunakan sepeda motor dan dihentikan oleh dua orang yang berpura-pura meminta bantuan karena sepeda motornya rusak.

Saat kedua korban hendak membantu, pelaku tiba-tiba menyerang. Julfan dibacok menggunakan parang hingga terluka parah di bagian kepala. Sementara Jelvi dipukul menggunakan benda tumpul hingga pingsan. 

Kedua korban kemudian diikat dan ditinggalkan di semak belukar, sedangkan sepeda motor mereka dibawa kabur oleh para pelaku. Setelah sadar, Jelvi berhasil melepaskan ikatan dan berusaha mencari pertolongan. 

Warga bersama keluarga kemudian mengevakuasi kedua korban ke fasilitas kesehatan. Namun, nyawa Julfan tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan tewas pada malam hari.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi para pelaku. Namun, upaya penangkapan masih terkendala karena keduanya diduga terus berpindah-pindah lokasi dan telah keluar dari wilayah Riau.

"Saat ini kita masih mencari keberadaan pelaku. Untuk identitas seluruhnya sudah kita dapat," ujar AKP Bayu R. Efendi, Rabu (3/6/2026).

Dia berharap dukungan masyarakat agar kedua pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hingga kini, pengejaran terhadap para pelaku masih terus berlangsung.

Topik Menarik