Waspada! Campak Sangat Mudah Menular, 1 Pasien Bisa Tularkan Virus ke 18 Orang

Waspada! Campak Sangat Mudah Menular, 1 Pasien Bisa Tularkan Virus ke 18 Orang

Gaya Hidup | inews | Rabu, 3 Juni 2026 - 15:22
share

JAKARTA, iNews.id - Kasus viral seorang penonton konser F4 di Jakarta yang mengaku tetap menghadiri acara meski baru saja mengalami campak kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya penularan penyakit tersebut. Ya, campak sangat menular antarmanusia.

Dokter sekaligus edukator kesehatan dr Adam Prabata menegaskan, campak merupakan salah satu penyakit infeksi yang paling mudah menular di dunia. Bahkan, satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lain di sekitarnya.

"Campak itu salah satu penyakit yang penularannya cepat banget dengan 1 orang bisa menularkan ke 12-18 orang di sekitarnya," ujar dr Adam melalui akun media sosial X, dikutip Rabu (3/6/2026).

Ilustrasi campak yang sangat mudah menular. (Foto: Ilustrasi AI)

Menurutnya, banyak orang masih menganggap campak sebagai penyakit biasa yang tidak berbahaya. Padahal, tingkat penularannya jauh lebih tinggi dibanding banyak penyakit infeksi lainnya.

Yang perlu diwaspadai, penularan campak tidak hanya terjadi ketika ruam merah sudah muncul di kulit. Seseorang yang terinfeksi bahkan dapat menularkan virus sejak beberapa hari sebelum gejala khas tersebut terlihat.

Dokter Adam menjelaskan, masa penularan campak umumnya berlangsung sejak empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelahnya. Karena itu, seseorang yang merasa sudah membaik belum tentu terbebas dari risiko menularkan virus kepada orang lain.

Virus campak menyebar melalui percikan droplet yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Dalam kondisi tertentu, virus bahkan dapat bertahan di udara dan permukaan benda selama beberapa waktu, sehingga meningkatkan risiko penularan di tempat ramai.

Risiko penyebaran menjadi lebih besar ketika penderita berada di kerumunan padat, seperti konser, transportasi umum, pusat perbelanjaan, atau acara besar lainnya.

Gejala campak biasanya diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan kemudian muncul ruam kemerahan yang menyebar ke seluruh tubuh. Pada sebagian orang, terutama bayi, lansia, ibu hamil, dan mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di ruang publik ketika sedang mengalami gejala penyakit menular. Selain itu, vaksinasi tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah penyebaran campak dan melindungi kelompok rentan dari risiko komplikasi yang berbahaya.

Topik Menarik