Acuhkan Pengumuman Gencatan Senjata Trump, Israel Terus Bombardir Lebanon
BEIRUT, iNews.id - Sedikitnya 17 orang tewas dan 64 lainnya luka akibat serangan udara Israel yang menargetkan beberapa wilayah di Lebanon selatan, Selasa (2/6/2026).
Serangan itu dilancarkan Israel meskipun setelalh gencatan senjata terbaru diumumkan Presiden AS Donald Trump. Selain itu Israel dan Lebanon sedang melakukan perundingan damai putaran keempat di Washington DC yang dimediasi AS.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan lima orang tewas dan 48 luka akibat serangan Israel menargetkan Kota Burj Al Shamali, Abba, dan Tebnine.
Kantor berita resmi Lebanon NNA melaporkan, seorang dokter gigi serta putra dan putrinya tewas dalam serangan drone Israel terhadap mobil mereka di jalan Nabatieh-Khardali.
Serangan drone lainnya menewaskan dua pekerja Suriah di sebuah pembibitan tanaman di Kota Jebchit.
Dua orang lagi tewas dalam serangan drone terhadap sepeda motor di Toul dan sebuah mobil di Ansar.
Selanjutnya, drone Israel juga menembak sebuah mobil di bundaran Harouf-Toul, menewaskan pengemudinya.
Di Provinsi Tyre, dua orang tewas dalam serangan Israel di Kota Shhour.
Jet tempur Zionis juga melancarkan serangan ke pusat Pertahanan Sipil Lebanon di Jalan Masil di Kota Kfar Sir, menghancurkan fasilitas tersebut. Namun lokasi tersebut telah dievakuasi beberapa hari sebelumnya.
Serangan juga menghantam rumah di lingkungan Al Hosh, Tyre, menghancurkannya dan merusak beberapa bangunan di dekatnya. Dua orang uka dievakuasi dari reruntuhan.
Sementara itu, militer Lebanon menyatakan, dua tentaranya luka akibat serangan drone Israel di Jalan Habboush-Deir Al Zahrani, Nabatieh.
Korban jiwa terbaru ini terjadi ketika pejabat Lebanon dan Israel mengadakan putaran keempat pembicaraan yang disponsori AS di Washington bertujuan untuk menjaga gencatan senjata dan mengatasi masalah keamanan yang belum terselesaikan.
Israel melancarkan serangan udara dan darat hampir setiap hari di Lebanon meski gencatan senjata berlaku pada 17 April yang kemudian diperpanjang oleh Trump hingga awal Juli.
Data Kementerian Kesehatan Lebanon mengungkap, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan 3.468 orang dan melukai 10.577 lainnya.










