Terungkap! Trump Marahi Netanyahu Gara-Gara Israel Serang Lebanon

Terungkap! Trump Marahi Netanyahu Gara-Gara Israel Serang Lebanon

Terkini | inews | Rabu, 3 Juni 2026 - 07:05
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan meluapkan kemarahannya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akibat serangan militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon. Dalam percakapan telepon pada Senin (1/6/2026), Trump disebut menegur Netanyahu dengan nada sangat keras karena menilai operasi militer Israel telah memperburuk situasi kawasan.

Menurut laporan Axios yang mengutip sumber pejabat AS yang mengetahui isi pembicaraan tersebut, Trump bahkan mengingatkan Netanyahu bahwa karier politiknya bisa berakhir tanpa dukungan dari Washington. Kemarahan Trump dipicu oleh keputusan Israel yang tidak hanya terus menyerang Lebanon, tetapi juga memperluas operasi darat meski ketegangan regional sedang meningkat.

"Anda akan berada di penjara jika bukan karena saya. Semua orang membenci Anda sekarang. Semua orang membenci Israel karena ini," kata Trump kepada Netanyahu, merujuk pada kasus korupsi yang sedang dihadapi pemimpin Israel tersebut.

Axios juga melaporkan bahwa Trump naik pitam selama percakapan itu. Beberapa sumber pejabat AS lainnya bahkan menyebut Trump menyebut Netanyahu "gila" dan menggunakan kata-kata kasar sambil berteriak kepada sekutunya tersebut.

Meski memahami bahwa Hizbullah telah meningkatkan serangan terhadap Israel dalam beberapa hari terakhir, Trump menilai respons militer Israel ke Lebanon tidak proporsional. Menurutnya, operasi besar-besaran yang dilakukan pasukan Israel justru memperburuk kondisi keamanan dan mengancam berbagai upaya diplomatik yang sedang berjalan.

Salah satu dampak yang paling mengkhawatirkan bagi Washington adalah terganggunya proses perundingan damai dengan Iran. Serangan Israel ke Lebanon disebut menjadi alasan Teheran menghentikan komunikasi dan negosiasi tidak langsung dengan AS.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Senin menyatakan Teheran akan menghentikan perundingan damai dengan Washington dan melanjutkan perang melawan Israel jika pasukan Zionis terus melakukan serangan ke Lebanon.

Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan Iran juga menghentikan komunikasi tidak langsung dengan AS. Selama ini pertukaran dokumen dan naskah perundingan antara kedua negara dilakukan melalui Pakistan sebagai mediator.

"(Tim negosiasi Iran akan menghentikan) pembicaraan dan pertukaran naskah melalui mediator sampai tuntutan mereka mengenai Gaza dan Lebanon dipenuhi," demikian laporan Tasnim.

Perkembangan ini menambah tekanan terhadap pemerintahan Trump yang selama beberapa bulan terakhir berupaya mendorong kesepakatan damai dengan Iran sekaligus menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah. Namun, meluasnya operasi militer Israel di Lebanon kini berisiko menggagalkan seluruh proses diplomasi yang telah dibangun.

Topik Menarik