Gawat! Iran Ancam Tutup Total Selat Hormuz
TEHERAN, iNews.id - Iran mengancam akan menutup total Selat Hormuz sebagai respons atas serangan besar-besaran Israel ke Lebanon yang terus berlanjut. Langkah drastis tersebut sedang dipertimbangkan, bersama beberapa opsi balasan lain, seperti membuka front-front pertempuran baru di kawasan guna menekan Israel dan negara-negara sekutunya.
Ancaman itu muncul setelah Iran memutuskan menghentikan komunikasi tidak langsung dengan Amerika Serikat (AS), yang selama ini menjadi jalur perundingan damai antara kedua negara. Teheran menilai serangan Israel ke Lebanon dan Gaza telah melanggar syarat-syarat yang menjadi dasar pembicaraan dengan Washington.
Menurut laporan kantor berita Tasnim, para pejabat dan negosiator Iran saat ini tengah membahas berbagai opsi balasan terhadap Israel. Di antaranya adalah penutupan total Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia, serta pengaktifan front-front lain termasuk Selat Bab Al Mandab.
Langkah tersebut dipandang sebagai upaya meningkatkan tekanan terhadap Israel dan sekutunya di tengah memanasnya situasi Timur Tengah.
Iran sebelumnya mengumumkan penghentian komunikasi tidak langsung dengan AS yang selama ini dilakukan melalui Pakistan sebagai mediator pertukaran dokumen dan naskah perundingan.
Kantor berita Tasnim melaporkan keputusan itu diambil sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel di Lebanon. Iran sebelumnya menjadikan situasi di Lebanon sebagai salah satu syarat penting dalam proses kesepakatan dengan AS.
"(Tim negosiasi Iran akan menghentikan) pembicaraan dan pertukaran naskah melalui mediator sampai tuntutan mereka mengenai Gaza dan Lebanon dipenuhi," demikian laporan Tasnim, dikutip Selasa (2/6/2026).
Para pejabat Iran menegaskan bahwa penghentian segera operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon serta penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki merupakan syarat utama untuk melanjutkan dialog.
"Selama sikap Iran dan front perlawanan mengenai masalah ini tidak direspons, tidak akan ada pembicaraan (dengan AS)," demikian laporan media pemerintah Iran.
Selain mempertimbangkan penutupan Selat Hormuz, Iran dan kelompok-kelompok sekutunya yang tergabung dalam poros perlawanan juga disebut tengah menyiapkan berbagai bentuk respons militer terhadap serangan Israel.
Militer Iran bahkan mempertimbangkan pembukaan front pertempuran tambahan yang dapat memperluas konflik ke sejumlah kawasan strategis di Timur Tengah.










