Presiden Pezeshkian Sebut AS-Israel Gagal Kalahkan Iran dalam Perang
TEHERAN, iNews.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Amerika Serikat (AS) dan Israel gagal mengalahkan Iran di medan perang. Setelah gagal mencapai tujuan militer, AS-Israel kini beralih menyerang Iran melalui tekanan ekonomi.
Pezeshkian mengatakan, medan pertempuran utama saat ini bukan lagi perang fisik, melainkan perang ekonomi. Karena itu dia mendesak penguatan sektor swasta guna memperkuat ketahanan nasional Iran menghadapi tekanan eksternal.
“Medan pertempuran utama saat ini adalah perang ekonomi,” kata Pezeshkian, saat bertemu anggota Kamar Dagang Teheran, seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Dia menambahkan, semakin kuat dan aktif sektor swasta Iran, maka semakin besar pula kemampuan negara menghadapi ancaman dari luar.
“Kami percaya bahwa semakin mampu, gesit, dan aktif sektor swasta, semakin kuat fondasi ekonomi negara, dan semakin besar kekuatan nasional kita dalam menghadapi tekanan dan ancaman eksternal,” ujarnya.
Pezeshkian juga menegaskan AS dan Israel kini fokus melemahkan ekonomi Iran setelah gagal meraih kemenangan melalui jalur militer.
Pasukan Israel Kepung 21 Kapal Armada Gaza Global Sumud Flotilla, 17 Lolos Kabur ke Yunani
“Setelah gagal mencapai tujuannya di bidang militer, musuh telah berfokus pada upaya merusak ketahanan ekonomi negara dan mengganggu mata pencaharian rakyat,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Intelijen Iran juga menyebut AS telah mengubah model perang terhadap Teheran dari konfrontasi fisik menjadi tekanan ekonomi dan perang kognitif.
Menurut kementerian itu, strategi baru Washington meliputi tekanan ekonomi, serangan siber, penyelundupan senjata, pembunuhan, hingga kampanye media untuk memusuhi Iran.
“Musuh yang kalah di medan perang kini telah mengalihkan fokus ke perang lunak, perang kognitif, dan provokasi sosial,” bunyi pernyataan Kementerian Intelijen Iran, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (28/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS meski negosiasi damai masih berlangsung.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali melontarkan ancaman keras terhadap AS. Wakil Kepala Urusan Politik Angkatan Laut IRGC Mohammad Akbarzadeh mengatakan Iran siap menghadapi segala bentuk agresi baru.
“Jangan ragu, kami akan mengubah wilayah dari Chabahar hingga Mahshahr menjadi kuburan bagi para agresor,” ujarnya, merujuk pada wilayah pantai selatan Iran.










