Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat Segera Dibuka, Pemerintah Cari 3.000 Pengajar
JAKARTA, iNews.id - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut pemerintah akan menambah sedikitnya 3.000 guru untuk mendukung proses pembelajaran siswa di Sekolah Rakyat. Rencananya ini dilakukan menyusul proses transisi dari sekolah Rakyat rintisan ke permanen.
Selain guru, kata dia, pemerintah juga akan menambah tenaga kependidikan untuk mendukung keberlangsungan Sekolah Rakyat.
"Tahun ini kita insya Allah akan merekrut lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan. Sementara siswanya kita akan merekrut lebih dari 32.000 untuk tahun ini,” kata Gus Ipul, dikutip Sabtu (30/5/2026).
Diketahui, terdapat 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap II yang ditargetkan sudah selesai pada bulan Juni dan dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran pada tahun ajaran baru Juli mendatang.
Di samping melakukan percepatan proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen dengan Kementerian PU, Kemensos juga berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk membangun sarana prasarana pembelajaran digital guna mendukung penggunaan internet di Sekolah Rakyat permanen.
“Infrastruktur pembelajaran digital, instalasi sambungan internetnya maupun juga hal-hal lain yang terkait dengan pembelajaran digital itu,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan Sekolah Rakyat tahap II yang saat ini tengah dibangun tersebar di seluruh Indonesia beroperasi fungsional mulai Juli 2026 mendatang.
Dody mengatakan, rata-rata progres fisik pembangunan sekolah rakyat pada 93 lokasi telah mencapai 62,63 persen hingga 25 Mei 2026. Dia menyebut, Kementerian PU terus berupaya memenuhi target penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II sebanyak 93 titik.
"Setelah dicek keseluruhan dari kesiapan lahan dan lainnya, Insya Allah kami targetkan selesai Juni 2026. Kami akan terus mengejar agar 93 titik ini dapat fungsional seluruhnya untuk mendukung tahun ajaran baru pada Juli 2026," ujar Dody dalam keterangannya dikutip, Kamis (28/5/2026).
Untuk mempercepat penyelesaian, Kementerian PU membentuk Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat menambah tenaga kerja dan jam kerja menjadi tiga shift, melakukan inovasi metode konstruksi, serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Tercatat hingga 25 Mei 2026, pembangunan Sekolah Rakyat telah menyerap 71.579 tenaga kerja.
Kementerian PU juga mendorong penguatan infrastruktur pembelajaran digital melalui kerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Dukungan tersebut meliputi penyediaan jaringan internet dan infrastruktur telekomunikasi, termasuk rencana penyediaan jaringan fiber optic pada lokasi Sekolah Rakyat Tahap II.
Selain percepatan Sekolah Rakyat Tahap II, Kementerian PU juga mulai menyiapkan pembangunan tahap III, terdiri atas tahap III A sebanyak 7 lokasi telah memasuki proses lelang; tahap III B sebanyak 11 lokasi dalam tahap persiapan lelang, sedangkan tahap III C sebanyak 89 lokasi masih memerlukan pemenuhan readiness criteria.










