RI-Prancis Latihan Militer Bersama dalam Misi Pegasus September 2026
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengungkapkan Indonesia dan Prancis akan menggelar latihan militer gabungan. Kegiatan ini dilakukan dalam misi Pegasus 2026.
"Kita akan memperkuat upaya pelatihan dan kerja sama operasional kita. Kita telah meningkatkan latihan bersama, beberapa di antaranya akan berlangsung dalam waktu dekat, khususnya terkait dengan misi Pegasus pada September 2026," kata Macron dikutip Jumat (29/5/2026).
Macron mengungkapkan, Prancis ingin memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang pertahanan. Selama ini, kerja sama tersebut sudah berjalan. Salah satunya dibuktikan dengan pengiriman jet tempur Rafale untuk Indonesia.
"Tetapi di semua bidang, baik itu menyangkut jet tempur, kemampuan Angkatan Laut Indonesia, atau kemampuan Angkatan Darat, latihan bersama, atau pelatihan, kita telah memberikan dimensi baru pada kemitraan pertahanan dan keamanan, dan kita akan segera bertukar informasi lagi dan membangun perspektif baru," ungkapnya.
Selain soal pertahanan, kata Macron, Prancis juga akan memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang ekonomi.
"Dalam hal ini, saya berharap Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia akan segera berlaku. Saya tahu Anda juga memiliki harapan yang sama. Memang, kita saling melengkapi dalam banyak hal," ujar dia.
Dalam perjanjian tersebut, menurutnya, akan menghapus hambatan perdagangan dan investasi. Prancis, katanya, akan meluncurkan proyek-proyek besar di bidang transportasi, kesehatan, transisi energi, hingga pertanian.
"Saya juga sangat senang bahwa hal ini memungkinkan kita untuk bergerak maju di banyak bidang, termasuk transisi energi, pertambangan, dan pertanian," imbuh dia.
"Kita memiliki banyak hal yang harus dilakukan untuk memajukan dan mendiversifikasi kemitraan ini. Saya juga memikirkan sektor inovasi, dan bersama-sama kita ingin berbuat lebih banyak di sektor keuangan, kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan teknologi digital," kata Macron.










