Keraton Yogya Berduka, Bagas Korban Tewas saat Glamping Ternyata Fotografer Tundha Yekti
JAKARTA, iNews.id – Keraton Yogyakarta berduka. Salah satu fotografer lepas di Kawedanan Tandha Yekti, Bagas Amar Hakiki (21) meninggal dunia saat glamping bersama keluarganya di objek wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.
Bagas dan tiga keluarganya yakni, MHM (52), M (43), dan AEH (17) ditemukan sudah terbujur kaku di dalam tenda. Mereka merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW Kartiutami Guritno membenarkan bahwa Bagas merupakan bagian dari tim dokumentasi mereka. “Betul. Mas Bagas salah satu fotografer kami di Kawedanan Tandha Yekti,” ujar Kartiutami, Kamis (28/5/2026).
Dia menjelaskan, Bagas awalnya mengikuti program magang di Kawedanan Tandha Yekti pada 2024. Dari program tersebut, pihaknya melihat kemampuan fotografi Bagas yang mumpuni hingga akhirnya direkrut menjadi fotografer lepas.
“Lalu kemudian dari magang tersebut kami melihat keahlian fotografinya yang mumpuni, sehingga kemudian setelah masa magangnya satu tahun selesai, Bagas bersama dua orang teman lainnya menjadi bagian dari tim dokumentasi Keraton Yogyakarta sebagai fotografer lepas,” katanya.
Menurut dia, Bagas bukan merupakan abdi dalem, melainkan fotografer lepas yang masuk dalam tim inti dokumentasi Kawedanan Tandha Yekti.
“Fotografer lepas, tapi masuk dalam tim inti dokumentasi. Tim dokumentasi kami sebagian Abdi Dalem, sebagian freelance,” ujarnya.
Kartiutami mengaku sangat kehilangan sosok Bagas yang dikenal sebagai pribadi menyenangkan dan senang membantu. “Bagas kami kenang sebagai pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan. Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik,” katanya.
Selain sebagai fotografer lepas, Bagas juga diketahui mahasiswa Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM angkatan 2022. Pihak kampus UGM membenarkan Bagas Amar merupakan mahasiswa Sastra Prancis.
“Yang bersangkutan (Bagas) mahasiswa kami (UGM) Sastra Prancis Angkatan 2022,” kata Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Prof Setiadi kepada awak media, Kamis (28/5/2026).
Sebelumnya, polisi menemukan indikasi awal empat orang sekeluarga yang ditemukan tewas saat glamping di Kabupaten Temanggung diduga mengalami keracunan makanan. Saat ini, sisa makanan barbeque yang dibawa korban saat berkemah telah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.
“Untuk dugaan pasti penyebab kematian, kami belum bisa mengonfirmasi karena saat ini proses autopsi masih berjalan. Begitu juga dengan pemeriksaan sampel makanan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng,” ujar Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra, dikutip dari iNews Semarang, Kamis (28/5/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keluarga tersebut datang ke lokasi wisata untuk berkemah dan menginap di area camping pada Selasa (26/5/2026) pukul 22.00 WIB.
Keesokan harinya, petugas wisata mendatangi tenda korban untuk mengingatkan waktu checkout karena area perkemahan akan dibersihkan. Namun tidak ada jawaban dari dalam tenda. Setelah tenda dibuka, keempat korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh kaku.









