Julian Alvarez Sepakat ke Barcelona, Atletico Madrid Pasang Harga Rp3,1 Triliun
BARCELONA, iNews.id – FC Barcelona tancap gas memburu striker Atletico Madrid Julian Alvarez setelah mencapai kesepakatan personal dengan sang penyerang. Tapi Atletico mematok harga selangit €150 juta atau setara Rp3,11 triliun.
Langkah agresif ini muncul tak lama setelah Barcelona mengamankan kesepakatan transfer Anthony Gordon. Fokus penuh kini diarahkan ke Alvarez, striker tim nasional Argentina yang masuk daftar prioritas utama untuk memperkuat lini depan musim depan.
Barcelona sebelumnya sudah menyiapkan penawaran awal untuk Atletico Madrid. Rencana tersebut berjalan seiring komunikasi intensif di level pemain, membuka jalan bagi negosiasi yang lebih serius antar klub Liga Spanyol.
Kesepakatan personal tercapai setelah direktur olahraga Barcelona Deco bertemu langsung dengan agen Alvarez pada Rabu lalu. Pertemuan itu dimediasi oleh Juanma Lopez dan menghasilkan titik temu terkait kontrak pribadi sang pemain.
Usai pertemuan tersebut, Alvarez menyampaikan keinginannya kepada Atletico Madrid untuk meninggalkan klub dan bergabung dengan Barcelona. Sikap tegas dari pemain berusia 26 tahun ini memperjelas arah masa depannya di bursa transfer musim panas.
Kesepakatan personal tersebut membuat mantan penyerang Manchester City itu semakin dekat ke Camp Nou. Barcelona kini tinggal menyelaraskan kesepakatan finansial dengan Atletico Madrid.
Harga Tinggi Jadi Penghalang
Masalah utama terletak pada valuasi transfer. Atletico Madrid bersikukuh memasang harga €150 juta atau sekitar Rp3,11 triliun untuk Alvarez. Klub berjuluk Los Rojiblancos tak berniat memberi kemudahan bagi rival domestik mereka.
Barcelona, di sisi lain, menyiapkan tawaran senilai €90 juta ditambah bonus performa. Nilai tersebut setara Rp1,87 triliun, masih terpaut jauh dari angka yang diminta Atletico Madrid.
Dengan selisih valuasi yang besar, proses negosiasi diprediksi berjalan alot. Namun, keputusan Alvarez untuk melangkah lebih dulu dengan menyepakati kontrak personal memberi tekanan tersendiri bagi Atletico Madrid.
Situasi ini menempatkan Barcelona dalam posisi aktif untuk terus mendorong kesepakatan, sementara Atletico Madrid harus menimbang antara mempertahankan aset penting atau membuka ruang kompromi di tengah minat kuat dari sang pemain.










