PSM Makassar Kembali Kena Banned FIFA, Dilarang Daftarkan Pemain Baru

PSM Makassar Kembali Kena Banned FIFA, Dilarang Daftarkan Pemain Baru

Olahraga | inews | Kamis, 28 Mei 2026 - 19:00
share

MAKASSAR, iNews.id – PSM Makassar kembali tersandung banned FIFA usai menuntaskan kompetisi Super League 2025/2026, situasi krusial yang langsung mengancam persiapan tim jelang musim baru. Juku Eja kembali masuk daftar klub yang menerima sanksi internasional dan harus berhadapan dengan konsekuensi berat di bursa transfer.

Dari laman resmi FIFA, PSM Makassar tercatat sebagai klub terhukum dengan sanksi yang mulai berlaku pada Jumat, 22 Mei 2026. Sanksi ini muncul tak lama setelah kompetisi domestik berakhir, saat klub-klub lain mulai bersiap menyusun kekuatan baru.

Banned FIFA tersebut diduga berkaitan dengan persoalan tunggakan gaji pemain. Masalah finansial kembali menyeret PSM ke pusaran sanksi, situasi yang berulang sepanjang musim 2025/2026 dan memperlihatkan rapuhnya stabilitas administrasi klub.

Dampak sanksi ini sangat terasa. PSM dipastikan tidak bisa mendaftarkan pemain baru, termasuk pemain lama yang rencananya diperpanjang kontraknya. Kondisi ini juga berimbas langsung pada rencana perekrutan tim pelatih anyar, karena aktivitas registrasi berada di bawah pembatasan FIFA.

PSM harus segera menuntaskan persoalan administrasi dan finansial agar sanksi tersebut dapat dicabut. Waktu menjadi musuh utama, mengingat jadwal bursa transfer pemain segera dibuka menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027 pada 4 September mendatang.

Situasi ini bukan kali pertama bagi PSM. Sepanjang musim 2025/2026, klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu sudah enam kali menerima sanksi banned FIFA. Catatan ini dimulai sejak sanksi pertama yang dijatuhkan pada 8 Oktober 2025, lalu berulang hingga akhir musim.

Rentetan masalah di luar lapangan turut berpengaruh pada performa tim. PSM mengakhiri musim 2025/2026 di posisi ke-11 klasemen, hasil yang jauh dari target dan tradisi kompetitif mereka di papan atas.

PSM hanya mampu mengoleksi 45 poin sepanjang musim. Raihan tersebut berasal dari 11 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 11 kekalahan, statistik yang mencerminkan inkonsistensi performa Juku Eja.

Sebagai perbandingan, pada musim sebelumnya PSM masih mampu finis di posisi kelima dengan 53 poin. Penurunan signifikan ini mempertegas tekanan ganda yang dihadapi klub, baik di dalam maupun luar lapangan.

Kini, PSM berada di persimpangan krusial. Penyelesaian cepat masalah finansial menjadi kunci, jika dia ingin keluar dari jerat sanksi FIFA dan menyelamatkan masa depan tim menjelang musim baru.

Topik Menarik