Petugas Haji Bagikan Oralit di Jalur Jamarat, Lindungi Jemaah dari Dehidrasi Akut
MAKKAH, iNews.id - Penyelenggaraan ibadah haji di kawasan Mina, Arab Saudi, diwarnai tantangan cuaca panas yang sangat ekstrem. Situasi tersebut memaksa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bekerja ekstra keras untuk melindungi keselamatan jemaah haji Indonesia.
Jauhnya rute pejalan kaki dari pemondokan menuju area Jamarat membuat fisik para tamu Allah sangat terkuras. Cuaca terik yang memanggang jalanan beraspal tersebut memicu krisis cairan tubuh secara masif di kalangan jemaah.
Merespons kondisi kedaruratan di lapangan, aparat bergerak taktis membagikan cairan oralit kepada seluruh jemaah yang lewat. Botol-botol air mineral yang sudah siap minum karena telah dicampur serbuk oralit langsung diserahkan kepada rombongan.
Taktik pembagian oralit siap tenggak ini sengaja diterapkan agar jemaah tidak perlu repot mencari wadah untuk menyeduh. Langkah mitigasi kesehatan ini sangat krusial mengingat banyak laporan jemaah yang bertumbangan di tengah jalan.
Tim Promosi Kesehatan PPIH Arab Saudi, Adziah Narsiwi membenarkan tingginya angka jemaah yang kolaps saat akan melempar jumrah. Sengatan matahari yang menembus batas ketahanan fisik manusia menjadi penyebab utamanya.
"Karena kami hari ini menemukan banyak sekali jemaah yang pingsan," kata Adziah kepada Tim Media Center Haji.
Dia menambahkan, kondisi tubuh yang kehabisan cairan membuat organ jemaah tidak mampu bertahan menyelesaikan rute perjalanan. Dominasi jemaah lanjut usia pada musim haji kali ini semakin memperlebar potensi fatalitas medis di jalanan.
"Itu disebabkan karena mereka dehidrasi dan terkena sengatan panas, ditambah jemaah kita banyak yang lansia, jadi risiko dehidrasinya makin tambah besar," ujarnya.
Khasiat oralit dinilai jauh lebih cepat dan tepat sasaran untuk merehidrasi sel-sel tubuh dibandingkan sekadar air putih biasa. Petugas kesehatan akan terus bersiaga penuh di pos-pos terdekat untuk mengedukasi ribuan jemaah yang melintas.
Selain membagikan minuman elektrolit, aparat berseragam PPIH juga secara aktif menyemprotkan air bersih ke bagian wajah jemaah. Sensasi sejuk dari semprotan alat portabel ini terbukti ampuh menurunkan suhu inti tubuh yang mendidih secara instan.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, turut memberikan instruksi langsung kepada jemaah di jalur menuju Jamarat. Dia menekankan pentingnya pola konsumsi minuman yang tepat agar tubuh tetap bugar dan terhidrasi.
"Terus cara minumnya sedikit-sedikit, jangan sekaligus," ucap Puji memberikan panduan teknis kepada para jemaah.
Jemaah haji Indonesia diimbau keras untuk tidak menunggu kerongkongan terasa kering sebelum mulai meminum cadangan airnya. Kepedulian terhadap alarm batas kelelahan tubuh adalah kunci utama bagi setiap individu untuk menyelesaikan rukun lontar jumrah dengan selamat.









