Pesan Terakhir Bojan Hodak untuk Persib Bandung: Bawa-Bawa Persija
BANDUNG, iNews.id – Bojan Hodak menutup perjalanannya bersama Persib Bandung dengan pesan emosional. Dia menegaskan target hattrick juara sebagai warisan terbesarnya untuk Maung Bandung.
Pelatih asal Kroasia itu resmi tidak lagi menangani Persib setelah melalui tiga musim penuh dinamika dan tekanan. Posisi Hodak di kursi pelatih kepala kini diisi asistennya, Igor Tolic, sementara Hodak beralih peran sebagai technical advisor klub.
Dalam testimoninya, Hodak menegaskan keberhasilan Persib tidak lahir dari satu sosok. Dia menyebut fondasi utama kesuksesan tim terbangun dari kerja kolektif sejak hari pertama kedatangannya.
“Saya beruntung saat pertama kali tiba di sini, saya menemukan sekelompok orang yang sangat baik di dalam klub. Tiba-tiba semua orang mulai bekerja sama dan begitulah cara kami memenangkan trofi pertama dan kedua,” kata Hodak, dikutip dari laman resmi Persib, Rabu (27/5/2026).
Musim ketiga menjadi tantangan terberat dalam masa kepemimpinannya. Persib melakukan perombakan besar dengan mengganti 23 dari total 31 pemain, situasi yang membuat stabilitas tim diuji sejak awal kompetisi.
“Tahun terakhir ini benar-benar sulit bagi kami. Menghasilkan pencapaian seperti ini lagi di tengah ketatnya investasi besar dari kompetitor seperti Borneo FC dan Persija Jakarta adalah sesuatu yang fantastis. Saya sangat senang kami bisa mengumpulkan poin terbanyak dalam tiga tahun ini,” ucapnya.
Hodak menilai pencapaian tersebut semakin bernilai karena Persib harus bersaing dengan klub-klub bermodal kuat seperti Borneo FC dan Persija Jakarta, yang agresif membangun skuad demi memutus dominasi Maung Bandung.
Bobotoh Jadi Pilar Utama Persib
Di luar urusan teknis, Hodak memberi sorotan khusus pada peran Bobotoh. Menurut dia, kekuatan Persib sebagai salah satu klub terbesar di Asia Tenggara tidak terlepas dari basis suporter yang selalu setia berdiri di belakang tim.
“Klub ini lebih besar daripada pelatih manapun atau pemain manapun. Akan selalu ada pemain dan pelatih baru, namun klub akan tetap terus berjalan dengan baik,” tegas Hodak.
Pelatih berusia 55 tahun itu juga memuji kedewasaan Bobotoh pada laga terakhir musim ini. Atmosfer stadion berjalan kondusif tanpa petasan maupun aksi masuk lapangan, situasi yang jarang terjadi di pertandingan penuh tekanan.
Hodak menutup pesannya dengan keyakinan besar terhadap masa depan Persib. Dia menyadari tekanan akan semakin berat setelah tiga musim sukses, namun percaya klub mampu menjawab tantangan tersebut.
“Tekanannya akan lebih besar. Ketika Anda menang tiga kali, semua orang pasti punya motivasi ekstra untuk mengalahkan Anda. Itu normal, tapi saya yakin klub ini mampu mengatasinya,” ujarnya.










