Pep Guardiola Umumkan Tertarik Latih Timnas Inggris, Thomas Tuchel Terancam

Pep Guardiola Umumkan Tertarik Latih Timnas Inggris, Thomas Tuchel Terancam

Olahraga | inews | Rabu, 27 Mei 2026 - 21:09
share

MANCHESTER, iNews.id – Pep Guardiola resmi mengakhiri era panjangnya bersama Manchester City setelah 10 tahun berkuasa di Etihad Stadium, menutup musim Liga Inggris 2025/26 lewat laga terakhir melawan Aston Villa di ajang Premier League.

Kepergian pelatih asal Catalunya itu menandai berakhirnya salah satu periode paling dominan dalam sejarah Manchester City. Klub langsung bersiap memasuki era baru pada musim 2026/27 dengan manajer berbeda, sementara Guardiola juga berdiri di persimpangan besar dalam kariernya.

Selama karier kepelatihannya, Guardiola hanya menangani tiga klub. Dia membangun dinasti sepak bola modern bersama Barcelona, melanjutkan dominasi di Bayern Munich, lalu menyempurnakan reputasinya di Manchester City. Saat meninggalkan Inggris, masa depan pelatih yang kerap disebut terbaik di generasinya masih menjadi tanda tanya.

Sebelumnya, dia sempat dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Inggris sebelum federasi menunjuk Thomas Tuchel untuk memimpin skuad menuju Piala Dunia 2026. Spekulasi pun muncul, apakah Guardiola bakal menjadi penerus Tuchel di masa depan.

“Saya tidak punya rencana mutlak soal masa depan. Saya ingin beristirahat dan memulihkan waktu yang terlewat bersama anak-anak saya, meski mereka sudah dewasa, dan melakukan banyak hal yang ingin saya lakukan namun belum sempat. Saya tidak memikirkan sedikit pun soal sepak bola untuk beberapa tahun ke depan. Saya perlu istirahat, saya perlu merenung, saya perlu melihat apa yang terjadi dalam 17–18 tahun perjalanan saya, di Barcelona, di Jerman bersama Bayern Munich, dan di sini,” ujar Guardiola.

Tapi kini isu kepindahan Guardiola ke level tim nasional kembali menguat. Jurnalis Daily Mail Jack Gaughan mengklaim jika Guardiola sudah mengumumkan ke rekan-rekannya tentang rencana melatih Timnas Inggris.

"Pep Guardiola telah mengatakan kepada teman-temannya bahwa jika keadaan memungkinkan, ia tertarik untuk menjadi pelatih tim nasional Inggris di masa depan," bunyi laporan Gaughan. 

Selain Inggris, peluang lain datang dari tim nasional Spanyol. Guardiola pernah memperkuat Spanyol dengan catatan 47 caps selama delapan tahun. Namun, sikap politiknya yang konsisten mendukung kemerdekaan Catalunya dinilai bisa menjadi penghalang besar untuk menangani La Roja.

Nama Brasil juga kerap dikaitkan dengan Guardiola. Dia beberapa kali menyebut ketertarikan terhadap gaya sepak bola Selecao. Akan tetapi, peluang tersebut nyaris tertutup lantaran Carlo Ancelotti masih menjabat pelatih Brasil dan baru saja menandatangani perpanjangan kontrak hingga Piala Dunia 2030.

Dari seluruh opsi yang ada, Inggris dinilai paling realistis. Guardiola sudah memahami kultur sepak bola Inggris setelah satu dekade bekerja di sana. Perkembangan teknis para pemain Inggris juga dinilai selaras dengan filosofi permainan yang selama ini dia kembangkan.

Jejak masa lalu menunjukkan Guardiola kerap mengambil jeda setelah meninggalkan klub besar. Usai berpisah dari Barcelona, dia memilih sabatikal sebelum kembali melatih Bayern Munich. Pola serupa diyakini bakal kembali dia jalani dalam waktu dekat.

Satu hal hampir pasti, Guardiola belum menutup buku karier kepelatihannya. Saat dia kembali ke pinggir lapangan, Inggris berpotensi menjadi destinasi paling logis sekaligus paling menggoda untuk babak berikutnya.

Topik Menarik