Menaker Ungkap 35 Persen Alumni Program Magang Nasional Dapat Tawaran Kerja dari Perusahaan

Menaker Ungkap 35 Persen Alumni Program Magang Nasional Dapat Tawaran Kerja dari Perusahaan

Terkini | inews | Rabu, 27 Mei 2026 - 13:18
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan sebanyak 35 persen dari alumni Program Magang Nasional Batch 1 mendapatkan tawaran kerja dari perusahaan di tempat peserta menjalankan praktik magang.

"Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan magang dapat membuka akses lebih cepat bagi generasi muda untuk masuk ke dunia kerja," ucap Yassierli dalam konferensi pers di Kantor Kemnaker, Selasa (26/5/2026).

Yassierli menambahkan, melihat perkembangan ini, pemerintah menargetkan perluasan pelaksanaan program magang pada tahun ini. Berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, jumlah peserta ditargetkan mencapai 150.000 orang, meningkat dibanding target sebelumnya yang berada di angka 100.000 peserta.

Dia mengatakan, untuk mencapai target tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan akan menyiapkan berbagai tahapan bersama perusahaan mitra, mulai dari pembukaan lowongan, verifikasi, hingga proses seleksi administrasi dan seleksi daring sesuai mekanisme masing-masing perusahaan.

Tahap pertama pelaksanaan tahun 2026 direncanakan dimulai pada Juli mendatang dengan target awal sekitar 50.000 peserta. Program selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap hingga memenuhi target nasional yang telah ditetapkan.

"Kami mendorong para fresh graduate dan lulusan baru memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan, dan memperluas akses kerja," tuturnya.

Yassierli menjelaskan, Program Magang Nasional menjadi langkah strategis untuk mempertemukan lulusan baru dengan kebutuhan industri. Selain memberikan pengalaman praktik kerja, program tersebut juga membantu peserta memahami budaya kerja, meningkatkan keterampilan, serta memperluas wawasan profesional sebelum memasuki pasar kerja.

Pelaksanaan Program Magang Nasional Batch 1 dan Batch 2 telah diikuti sekitar 76.000 peserta. Sebanyak 14.000 peserta berasal dari batch pertama, sementara sekitar 62.000 peserta lainnya mengikuti batch kedua. 

Tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di lingkungan industri.

"Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengenal sistem kerja di perusahaan sekaligus membangun kesiapan menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif," ucap Yassierli.

Topik Menarik