Panas! Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata, Ancam Balas Dendam
TEHERAN, iNews.id - Iran menuduh Amerika Serikat (AS) melanggar gencatan senjata dengan menyerang wilayahnya pada Senin (25/5/2026). Serangan tersebut tak akan dibiarkan begitu saja.
"Tentara AS, sebagai kelanjutan dari langkah-langkah ilegal dan tidak beralasan yang diambil setelah pengumuman gencatan senjata, telah secara terang-terangan melanggar gencatan senjata selama 48 jam terakhir," bunyi pernyataan Kementerian Luar NEgeri (Kemlu) Iran di Telegram, Selasa (26/5/2026).
Disebutkan, Iran tidak akan membiarkan seragan kejam AS tanpa pembalasan.
Kemlu Iran tak menjelaskan secara rinci seperti apa bentuk pembalasan tersebut, serta apa yang memicu tuduhan pelanggaran =gencatan senjata.
Sebelumnya Komando Pusat AS (Cencom) mengumumkan serangan terbaru ke Iran bagian selatan, menargetkan fasilitas peluncur rudal serta kapal-kapal yang berusaha memasang ranjau.
Menurut Centcom, serangan tersebut merupakan aksi membela dan melindungi dari ancaman pasukan Iran.
Juru Bicara Centcom Tim Hawkins mengatakan, militer AS akan terus melindungi pasukan sembari menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Serangan AS menargetkan daerah dekat Bandar Abbas, kota pelabuhan serta tempat pangkalan Angkatan Laut Iran yang terletak di Selat Hormuz.
Setelah itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menuduh AS melanggar wilayah udara seraya menegaskan Teheran berhak untuk membalas.









