Detik-Detik Ibu Kota Kyiv Diguncang Serangan Rusia, 600 Drone dan 90 Rudal Hantam Ukraina

Detik-Detik Ibu Kota Kyiv Diguncang Serangan Rusia, 600 Drone dan 90 Rudal Hantam Ukraina

Terkini | inews | Selasa, 26 Mei 2026 - 15:17
share

KYIV, iNews.id - Rusia melancarkan salah satu serangan udara terbesar ke Ukraina sejak perang pecah dengan menghujani negara itu menggunakan sekitar 600 drone tempur dan 90 rudal balistik pada Minggu (24/5/2026). Rentetan serangan tersebut membuat ibu kota Kyiv dilanda kepanikan dan kobaran api di berbagai titik.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi serangan besar-besaran itu melibatkan rudal balistik hipersonik Oreshnik, rudal Iskander, rudal hipersonik Kinzhal, hingga rudal jelajah Tsirkon.

“Angkatan Bersenjata Federasi Rusia melakukan serangan besar-besaran menggunakan rudal balistik Oreshnik, rudal Iskander, rudal hipersonik Kinzhal, serta rudal jelajah Tsirkon,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia.

Rudal Oreshnik merupakan rudal balistik jarak menengah atau intermediate-range ballistic missile (IRBM) buatan Rusia yang mampu melesat hingga Mach 10 atau sekitar 12.300 kilometer per jam. Rudal tersebut juga disebut dapat membawa hulu ledak nuklir dan pertama kali digunakan Rusia dalam perang Ukraina pada 2024.

Kepanikan melanda warga Kyiv ketika sirene serangan udara meraung tanpa henti di berbagai wilayah kota. Warga sipil tampak berlarian menuju bunker bawah tanah untuk menyelamatkan diri dari hujan rudal dan drone yang datang bertubi-tubi.

Ledakan besar terdengar di sejumlah titik dan memicu kebakaran hebat serta kerusakan pada bangunan dan fasilitas publik. Situasi mencekam menyelimuti ibu kota Ukraina saat asap hitam membumbung tinggi di tengah malam.

Serangan masif itu disebut sebagai respons Rusia atas serangan Ukraina terhadap infrastruktur sipil di wilayah Rusia.

Sebelumnya, Ukraina melaporkan serangan rudal dan drone sejak dini hari telah menewaskan sedikitnya empat warga sipil dan menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah.

Gelombang serangan itu terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan membalas aksi Ukraina di wilayah pendudukan Rusia di timur Ukraina.

Di sisi lain, Rusia juga menuding serangan Ukraina menghantam kawasan kampus di Lugansk hingga menyebabkan 18 orang tewas dan 42 lainnya terluka.

Topik Menarik