Batagor Gondangdia Kebanjiran Pembeli, QRIS BRI Jadi Senjata Layani Antrean

Batagor Gondangdia Kebanjiran Pembeli, QRIS BRI Jadi Senjata Layani Antrean

Ekonomi | inews | Senin, 25 Mei 2026 - 14:24
share

JAKARTA, iNews.id – Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI menjadi kunci kelancaran usaha Johan, pedagang batagor di kawasan Gondangdia, saat melayani antrean pembeli yang membludak setiap hari.

Johan berjualan dari pagi hingga petang di bawah Stasiun Gondangdia. Mayoritas pembelinya merupakan karyawan perkantoran di sekitar lokasi yang mengandalkan kecepatan saat jam istirahat.

Lonjakan pembeli paling terasa saat waktu makan siang. Pada momen inilah penggunaan QRIS BRI berperan besar mempercepat transaksi tanpa hambatan uang kembalian.

Dia mengaku pelayanan kini jauh lebih efisien karena pembayaran bisa langsung diproses dari satu pembeli ke pembeli lain tanpa jeda lama.

“Jadi cepat dan praktis. Apalagi pembeli di sini kebanyakan karyawan. Jadi jarang pakai cash,” kata Johan kepada iNews.id.

Untuk memudahkan transaksi, Johan menempelkan QRIS BRI di sisi gerobak batagornya. Kode tersebut dibungkus mika agar aman dari hujan dan tetap mudah dipindai.

Pembeli cukup melakukan pemindaian QR di samping gerobak saat membayar. Proses singkat ini dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.

“Simple jaman sekarang. Beli batagor pakai QRIS BRI,” ujar salah satu pembeli, Lita.

Transformasi digital pedagang kecil ini sejalan dengan pengembangan layanan pembayaran oleh Bank Rakyat Indonesia. Direktur Information Technology BRI, Saladin D. Effendi, menjelaskan QRIS Tap dirancang untuk transaksi cepat dan efisien.

“Dengan QRIS Tap, transaksi dapat dilakukan dengan mudah dengan mendekatkan smartphone ke perangkat pembayaran. Cara ini tidak hanya membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis, tetapi juga memberikan kenyamanan ekstra bagi nasabah dalam bertransaksi,” ujarnya.

Kinerja digital BRI sepanjang Triwulan I 2026 menunjukkan tren kuat. Berdasarkan unggahan Instagram BRI pada 17 Mei 2026, laba bersih tercatat Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan.

Jumlah pengguna BRImo kini mencapai 47,8 juta atau meningkat 18,6 persen dibanding periode sebelumnya. Nilai transaksi BRImo melonjak menjadi Rp2.042,2 triliun, tumbuh 29,4 persen secara tahunan.

Pada sisi merchant, BRI mencatat 323,7 ribu pengguna layanan digital dengan volume transaksi Rp67,9 triliun. Khusus QRIS BRI, nilai transaksi mencapai Rp30,5 triliun atau melonjak 76 persen dibanding periode sebelumnya.

Data tersebut menegaskan transaksi digital makin mengakar dalam aktivitas harian masyarakat, dari pusat belanja modern hingga gerobak batagor pinggir jalan seperti milik Johan di Gondangdia

Topik Menarik