Mitos atau Fakta Air Soda Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar? Ini Penjelasannya

Mitos atau Fakta Air Soda Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar? Ini Penjelasannya

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:58
share

JAKARTA, iNews.id - Mitos atau fakta air soda meningkatkan risiko kanker usus besar masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Banyak orang menganggap air soda atau sparkling water lebih sehat dibanding minuman bersoda manis, namun belakangan minuman ini ikut dikaitkan dengan risiko kanker kolorektal.

Dikutip dari Verywell Health, hingga kini belum ada bukti kuat yang menunjukkan air soda secara langsung menyebabkan kanker kolorektal atau kanker usus besar. Meski begitu, sebuah penelitian di Jepang sempat meneliti hubungan sparkling water dengan pertumbuhan sel kanker.

Dalam penelitian tersebut, ahli gastroenterologi menjelaskan sparkling water pada dasarnya hanyalah air yang diberi tambahan karbon dioksida untuk menghasilkan gelembung. Jika tidak mengandung gula tambahan atau bahan tertentu dalam jumlah berlebih, minuman ini masih dinilai aman dikonsumsi secara wajar.

Faktor risiko utama kanker kolorektal justru lebih banyak berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat. Mulai dari konsumsi daging olahan, alkohol, kebiasaan merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik, hingga riwayat keluarga yang memiliki penyakit serupa.

Sebab itu, air soda tidak bisa langsung disimpulkan sebagai penyebab kanker usus besar. Meski demikian, beberapa orang memang bisa mengalami efek samping ringan setelah mengonsumsi sparkling water.

Efek yang paling umum muncul yakni perut terasa kembung atau tidak nyaman akibat karbonasi dalam minuman. Namun kondisi tersebut berbeda dengan risiko kanker kolorektal.

Para ahli mengingatkan masyarakat tetap perlu memperhatikan kandungan dalam minuman soda maupun sparkling water. Sebab sebagian produk mengandung tambahan gula, pemanis buatan, atau sodium tinggi yang dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Selain memilih minuman dengan kandungan lebih sehat, masyarakat juga dianjurkan menjaga pola makan seimbang dan rutin berolahraga. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan untuk membantu menurunkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker kolorektal.

Topik Menarik