Dolar Naik, Pedagang Elektronik di Glodok Menjerit Toko Sepi

Dolar Naik, Pedagang Elektronik di Glodok Menjerit Toko Sepi

Terkini | inews | Jum'at, 22 Mei 2026 - 15:49
share

JAKARTA, iNews.id - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang hampir menyentuh angka Rp18.000 mulai menghantam perdagangan elektronik di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Penjualan anjlok, sementara harga barang elektronik terus merangkak naik akibat ketergantungan pada produk impor.

Suasana pusat perbelanjaan elektronik di Glodok Tamansari, Jakarta Barat, kini terlihat lebih sepi dibanding hari biasanya. Sejumlah gerai tampak tutup, sedangkan pedagang yang masih bertahan memilih mengurangi stok barang untuk menekan potensi kerugian.

Pelemahan rupiah membuat harga berbagai produk elektronik ikut terkerek. Kondisi itu langsung memukul daya beli masyarakat yang kini lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dibanding membeli perangkat elektronik.

“Mau sebulan sebulan. Karena pengaruhnya ini langsung, langsung terjadi gitu. Penjualannya lesu,” ujar Herman, pedagang elektronik di Glodok.

Menurutnya, dampak pelemahan rupiah terasa sangat cepat di pasar elektronik karena sebagian besar barang masih bergantung pada impor dan transaksi dolar Amerika Serikat. Kenaikan harga membuat konsumen menunda pembelian, terutama untuk barang elektronik non-prioritas.

Tak hanya penjualan yang menurun, pedagang juga mulai berhitung ketat dalam memasukkan stok baru. Mereka khawatir harga dolar yang terus naik membuat modal usaha semakin membengkak dan barang sulit terjual.

Meski belum banyak toko yang tutup permanen, sebagian pedagang mengaku mulai membatasi jumlah barang yang dipasok. Langkah itu dilakukan agar kerugian tidak semakin besar jika kondisi rupiah terus melemah.

Di sisi lain, pengunjung yang datang ke kawasan Glodok juga terlihat menurun. Aktivitas tawar-menawar yang biasanya ramai kini mulai berkurang karena konsumen memilih menahan pengeluaran.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha elektronik. Jika nilai tukar rupiah terus tertekan dan daya beli masyarakat belum pulih, tidak menutup kemungkinan lebih banyak toko akan menghentikan operasional dalam beberapa waktu ke depan.

Topik Menarik