Intelijen AS Kaget Militer Iran Mampu Pulihkan Persenjataan padahal Digempur Habis-habisan
WASHINGTON, iNews.id - Iran berhasil memulihkan militer serta produksi senjata jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan Amerika Serikat (AS). negara tersebut digempur habis-habisan oleh AS dan Israel selama hampir 40 hari sejak 28 Februari.
Data intelijen AS, sebagaimana dikutip CNN, mengungkap sejak Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, Iran langsung melakukan operasi pemulihan di beberapa fasilitas produksi drone.
Komunitas intelijen AS memperkirakan, Iran bisa memulihkan sepenuhnya kemampuan serangan drone kamikaze dalam waktu 6 bulan.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan, angkatan bersenjatanya telah memanfaatkan gencatan senjata dengan AS sebaik mungkin untuk memulihkan kemampuan mereka.
Iran dilaporkan mampu melindungi 70 persen kemampuan rudalnya dalam perang melawan AS-Israel.
Surat kabar The New York Times (NYT), mengutip laporan intelijen AS, mengungkap Iran juga berhasil mendapatkan akses kembali akses atas 30 dari 33 lokasi peluncuran rudal di dekat Selat Hormuz yang hancur akibat serangan AS-Israel.
Selain itu Iran dilaporkan telah memulihkan akses terhadap 90 persen fasilitas bawah tanah serta sistem peluncuran yang sebagian atau sepenuhnya siap digunakan.
Menurut NYT, Trump dan para penasihat militer AS melebih-lebihkan skala kerusakan fasilitas rudal Iran, serta daya tahan dan kemampuan untuk membangun kembali kemampuannya.










